Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jalani Pemeriksaan, Korban Perundungan di KPI Masih Trauma

Logo KPI. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jakarta – Korban perundungan di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), MS masih dalam kondisi trauma saat dimintai keterangan polisi. Polisi menyebut, korban sudah sempat konsultasi di Psikolog untuk memulihkan kondisinya.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, Kompol Wisnu Whardana, Jumat (3/9/2021) mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan dari korban. Pihaknya berjanji akan konsisten dalam menuntaskan kasus dugaan perundungan ini hingga keluar titik terang.

“Semoga kasus ini bisa mencapai titik terang,” ucap Wisnu, dikutip dari TribunJakarta.

Saat ini, lanjut Wisnu, pihaknya telah memeriksa saksi dari kantor KPI Pusat yang bekerja sebagai sopir. “Saksi dari pegawainya KPI juga seorang sopir,” ucap Wisnu.

Sebelumnya, kasus pelecehan seksual atau perundungan sosial pada karyawan kontrak di KPI Pusat ramai diperbincangkan di jagat maya maupun pemberitaan. Dalam keterangan tertulis, korban seorang pria berinisial MS mengaku sudah mengalami perundungan sejak ia bergabung dengan KPI pada tahun 2011. MS merupakan pegawai kontrak di KPI Pusat.

Dalam keterangan tertulisanya itu, dia mengaku sering menerima tindakan perundungan, perbudakan hingga pelecehan seksual oleh teman-teman kantornya. Puncaknya pada 2015 dirinya mengalaki kekerasan seksual. Di keterangannya itu, MS juga mencantumkan nama-nama pelaku.

“(Pada) 2015, mereka beramai-ramai memegangi kepala, tangan, kaki, menelanjangi, memiting, melecehkan saya dengan mencorat-coret buah zakar saya memakai spidol. Kejadian itu membuat saya trauma dan kehilangan kestabilan emosi,” kata MS.

Terkait kasus itu, Polisi berencana memanggil para terduga pelaku perundungan ke kantor Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (6/9/2021). Pemanggilan itu untuk memintai keterangan mereka terkait dugaan perundungan tersebut. Tak hanya mereka yang dilaporkan, polisi juga akan memanggil korban dan saksi-saksi.

“Rencananya Senin akan dilakukan pemanggilan (korban, terduga pelaku),” kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koes Heriyanto, saat diwawancarai awak media, di kantornya, Kamis (2/9/2021).

“Kami juga akan memanggil saksi-saksi lain untuk menguatkan keterangan, ada psikolog yang sudah korban (MS) konsultasi sebelumnya,” tutup Wisnu di kesempatan yang sama.

Menurut Setyo, para terduga pelaku bisa dijerat Pasal 289 tentang Pencabulan. Dia mengatakan, pihaknya telah memeriksa satu saksi dari pegawai KPI yang diduga sebagai pelaku perundungan terhadap korbannya.

“Dari keterangannya, terduga pelaku dapat dipidana dengan Pasal 289 dan Pasal 281 KUHP juncto 335, tentang perbuatan cabul dan atau kejahatan terhadap kesopanan disertai ancaman atau dengan kekerasan,” lanjut Setyo.

Dia menegaskan pihak kepolisian segera mendapatkan titik terang ihwal kasus tersebut.

Menanggapi laporan itu, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Agung Suprio menyebut tidak akan menoleransi tindakan purundungan dan pelecehan seksual yang dilakukan sejumlah oknum pegawai KPI Pusat kepada salah satu pegawai KPI lainnya berinisial MS.

“Kami mengutuk tindakan bullying (perundungan) atau pelecehan seksual dan tidak menoleransi pelecehan tersebut. KPI juga akan melakukan investigasi internal dan memanggil para pihak yang namanya tercantum dalam sebaran media sosial tersebut. Hari ini akan kami panggil mereka untuk dimintai keterangan,” kata Agung pada Kamis (2/9/2021), siang.

Lebih lanjut, Agung berjanji akan bersikap tegas. Menurutnya, pihaknya akan memecat para pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran hukum, yakni pelecehan seksual dan perundungan tersebut.

“Kalau nanti terbukti bersalah, maka yang bersangkutan berpotensi kami nonaktifkan dari KPI. Kami lakukan sanksi yang paling berat sesuai undang-undang. Kami akan menerap tindakan tegas dan akan kami lakukan jika pelaku terbukti bersalah,” tutur Agung.

Sementara itu, Komisioner KPI, Nuning Rodiyah, mengatakan, pihaknya telah membentuk tim investigasi internal guna mencari tahu para terduga pelaku pelecehan seksual.

“KPI tetap memberikan advokasi dan pendampingan hukum. KPI juga memberikan pendampingan psikologi terhadap korban MSA,” ucap dia.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: TribunJakarta

Comments
Loading...