Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jateng Minta Swab Tes dan Vaksin Tak Jadi Syarat Wajib SKD CPNS

Para pelamar CPNS saat menjalani tes SKD CPNS tahun 2019. (Dok MURIANEWS)

MURIANEWS, Semarang – Persyaratan swab tes antigen dan wajib vaksin bagi peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) diminta untuk dihapuskan.

Permintaan tersebut bahkan sudah dilontarkan Pemprov melalui BKD Jateng hingga dua kali ke Kementerian PAN RB maupun Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hanya saja, hingga saat ini belum ada jawaban dari kedua instansi tersebut.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jateng, Wisnu Zaroh mengatakan, permintaan penghapusan dua syarat tersebut dilakukan karena dinilai merepotkan peserta.

“Tarif swab test antigen saat ini terbilang mahal, ratusan ribu rupiah. Hal itu pun tentu akan memberatkan peserta tes SKD CPNS dan PPPK,” katanya seperti dikutip Semarangpos.com, Kamis (2/9/2021).

Sementara untuk persyaratan vaksin, ia menilai masih banyak warga yang belum menerima suntikan vaksin Covid-19. Hal itu dikarenakan banyak daerah yang menerima vaksin dengan jumlah terbatas. Bahkan beberapa daerah, banyak warga yang masuk daftar tunggu vaksin Covid-19.

“Nah, kalau peserta yang sudah divaksin tentu enggak akan masalah. Tapi kalau yang belum bagaimana? Apakah tidak diizinkan ikut? Kan kasihan. Maka itu kami minta ke Kementerian PAN-RB dan BKN agar persyaratan itu [swab antigen dan wajib vaksin] dihapus,” jelas Wisnu.

Kondisi ini pun tentu juga dialami beberapa peserta yang mengikuti seleksi SKD CPNS maupun PPPK.

Wisnu pun mengaku sudah melaporkan hal ini kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Ia mengklaim Gubernur Ganjar juga sepakat agar vaksinasi tidak dijadikan syarat wajib bagi peserta SKD CPNS dan PPPK.

“Bagi kami itu sebenarnya yang penting saat pelaksanaan tes seluruh peserta menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Jadi enggak perlu tes swab antigen atau vaksin,” imbuh Wisnu.

Wisnu juga menyayangkan regulasi dari pemerintah pusat yang mewajibkan peserta tes dari luar daerah untuk datang langsung ke lokasi tes.

Menurut Wisnu, regulasi ini berbeda dengan tahun sebelumnya di mana peserta dari luar daerah diizinkan mengikuti melalui perwakilan kantor BKN di daerah asal.

“Peserta tes SKD CPNS di Jateng itu ada yang dari luar Jawa, seperti Sumatra, Papua, dan Bali. Jumlahnya sekitar 105 orang. Masak mereka harus datang ke Semarang semua untuk ikut tes SKD. Sebenarnya kan bisa melalui kantor perwakilan BKN yang ada di tiap provinsi,” jelasnya.

Tes SKD CPNS maupun PPPK Pemprov Jateng tahun ini akan diikuti sekitar 6.936 peserta. Mereka akan menjalani tes mulai 6-13 Oktober mendatang di Universitas Negeri Semarang (Unnes).

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Semarangpos.com

Comments
Loading...