Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

‘Tiga Klub Pemberontak’ Lanjutkan Proyek USL

European Super League. (FB)

MURIANEWS, Madrid- Tiga klub sepakbola raksasa di Eropa, Madrid, Barca dan Juve tampaknya masih belum ‘memadamkan’ keinginan mereka untuk mendirikan Liga Super Eropa (European Super League). Setelah mendapatkan perlawanan sengit, kini mereka mulai menyusun rencana baru.

Media Inggris Daily Mail, Kamis (2/9/2021) mengabarkan, jika trio raksasa Eropa ini kembali menyusun rencana mereka mewujudkan European Super League (ESL).Mereka sedang menyusun rencana untuk merekonstruksi ulang rencana mereka yang menghebohkan itu.

Daily Mail menyebutkan, ‘tiga klub pemberontak’ kini sudah mendapatkan investor baru. Mereka sudah mulai bekerja dengan dua perusahaan PR dan Flint, yang konon berbasis di London dan Brussels.

Mereka kembali mencoba ‘meniupkan kehidupan’ pada proyek USL dengan skema yang baru. Skema baru ini diharapkan bisa diterima, setelah ide itu mendapatkan penolakan keras pada April 2021 lalu.

Dokumen presentasi Flint disebutkan menggunakan tema: ‘Membuka jalan menuju Liga Super; strategi untuk rekonstruksi, restart dan kemenangan.’ Dalam dokumen ini sekilas menyebut bahwa system yang saat ini dijalankan UEFA adalah praktik monopoli yang kasar.

Dalam dokumen ini juga disebutkan, sudah ada daftar advokat yang akan direkrut untuk menangani gugatan hukum yang mungkin timbul. Hal ini berkaca pada kejadian empat bulan lalu, saat muncul banyak ‘kemarahan’ atas ide mereka itu.

Gagasan European Super League atau Liga Super Eropa, menghebohkan pada April lalu. Namun gagasan ini langsung ‘menguap’ saat enam raksasa Liga Inggris menarik diri dari keikutsertaannya dalam 48 jam sejak diumumkan.

Sikap klub-klub Inggris dipicu oleh protes penggemar dan berkembang ke para pemilik klub. Asosiasi Klub Eropa (ECA). Rencana Liga Super sudah tentu mengejutkan sepak bola dunia – tidak terkecuali presiden UEFA Aleksander Ceferin, saat diperkenalkan pada April 2021.

Namun kemarahan pendukung klub yang diawali di Chelsea meluas ke banyak klub di Inggris. Setelah Chelsea mundur, akhirnya diikuti sikap yang sama oleh MU, Man City, Arsenal, dan klub besar Inggris yang diajak bergabung.

Namun sampai sejauh ini, Real Madrid, Barcelona dan Juventus masih tetap belum melupakan gagasan mereka ini. Mereka masih terus berupaya untuk mewujudkan mimpi mereka ini.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Daily Mail

Comments
Loading...