Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Turun Jadi Level 3, Wonogiri Tetap Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Ilustrasi. Pembelajaran tatap muka sudah mulai digelar di SMPN 13 Semarang. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Wonogiri — Turunnya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kabupaten Wonogiri dari Level 4 menjadi Level 3 ternyata tak menjadikan pemkab setempat membuka Pembelajaran Tatap Muka.

Pemkab Wonogiri bahkan memutuskan untuk tetap melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan itu tertuang dalam Instruksi Bupati selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 No. 9/2021 tentang PPKM Level 3 Covid-19 di Kabupaten Wonogiri tertanggal 31 Agustus 2021.

Dalam instruksi itu ditegaskan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Dikutip dari Solopos.com, Instruksi Bupati mulai disosialisasikan Rabu (1/9/2021) pagi tadi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri lalu meneruskannya kepada seluruh pihak sekolah.

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA dan SMK berkonsultasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mencari kepastian kebijakan Pemkab tersebyt.

Setelah mendapat jawaban MKKS menyatakan pembelajaran SMA/SMK di Kabupaten Wonogiri tetap PJJ.

Sebelumnya, Bupati Wonogiri Joko Sutopo Selasa siang memang sudah memberi isyarat pembelajaran semua jenjang pendidikan di Kabupaten Wonogiri tetap PJJ, meski hari itu PPKM turun menjadi level 3.

Dia tak ingin berspekulasi mengenai kasus Covid-19 ke depan akan semakin membaik atau sebaliknya. Hal itu karena pergerakan level PPKM dinamis setiap pekan. Menurut dia, lebih baik mengambil langkah antisipasi.

Selain itu, lelaki yang akrab disapa Jekek tersebut menilai pembelajaran tatap muka (PTM) akan berjalan ideal jika guru, tenaga kependidikan, siswa, dan semua orang yang terlibat dalam kegiatan sudah divaksin.

Dia menyebut orang yang rentan terpapar Covid-19 tidak hanya guru dan tenaga kependidikan. Siswa pun rentan. Mestinya siswa juga perlu divaksin terlebih dahulu agar terlindungi.

Saat ini sumber daya pendidikan yang sudah divaksin baru guru dan tenaga kependidikan. Vaksinasi di Kabupaten Wonogiri sudah menyasar pada kelompok usia 12-17 tahun. Namun, orang dari kelompok usia tersebut yang divaksin merupakan mahasiswa.

“Yang harus dilindungi tidak hanya guru, tenaga kependidikan. Siswa juga harus dilindungi. Saat ini guru dan tenaga kependidikan yang sudah divaksin lebih dari 8.000 orang,” kata Bupati.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah, Sunarno, menuturkan meski SMA/SMK merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov), tetapi kebijakan pembelajaran ditentukan Satgas di tingkat daerah.

Prinsipnya, sekolah di dareah dengan PPKM level 3 seperti di Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen dapat mengajukan permohonan PTM kepada Satgas kabupaten. Sesuai ketentuan, pelaksanaan PTM harus berdasar rekomendasi Satgas. Namun, jika Satgas tak memberi izin PTM tidak boleh digelar.

Sementara itu, Ketua MKKS SMA Wonogiri, Sentot, menyatakan SMA negeri/swasta mematuhi kebijakan Pemkab. Pembelajaran SMA tetap PJJ. Sebelumnya pun tidak ada SMA yang nekat menggelar PTM. Kendati demikian, sekolah tetap menyiapkan diri agar jika ke depan sudah mendapat lampu hijau bisa segera menyesuaikan.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...