Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kemenkes Pastikan Data Warga di E-HAC Tak Bocor

Gedung Kementerian Kesehatan RI di Jakarta. (Bisnis.com/ Samdysara Saragih)

MURIANEWS, Jakarta – Kementerian Kesehatan memastikan data pribadi warga Indonesia di aplikasi Electronic Health Alert Card (e-HAC) masih aman dan terlindungi. Konfirmasi itu disampaikan Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes Anas Ma’ruf.

Menurutnya, pihaknya telah melakukan investigasi bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Bareskrim. Hasilnya, data sensitive warga yang terdaftar di aplikasi itu tidak bocor.

“Kemenkes memastikan bahwa data masyarakat yang ada dalam sistem eHAC tidak bocor dan dalam perlindungan,” kata Anas dalam konferensi pers secara daring dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (1/9/2021).

Anas mengatakan data yang diduga bocor merupakan data rekanan atau ventor dari e-HAC. Meski demikian, Anas tak mau menyebut secara detil terkait perusahaan vendor dari e-HAC.

Menurutnya, data yang bocor itu menjadi tanggungjawab vendor. Itu sesuai UU No 19 tahun 2016 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik, serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.

“Data masyarakat yang ada di dalam eHAC tidak mengalir ke platform mitra. Sedangkan data masyarakat yang ada pada platform mitra adalah menjadi tanggung jawab penyelenggara sistem elektronik,” kata dia.

Dia menjelaskan, dengan hasil investigasi yang dimulai sejak 23 Agustus lalu itu, masyarakat diminta tidak perlu khawatir. Selain itu, dia juga meminta masyarakat untuk menghapus aplikasi e-HAC versi lama dari gawai masing-masing.

Selain itu, Anas mengimbau agar masyarakat menggunakan aplikasi PeduliLindungi selama masa pandemi Covid-19 di Indonesia. Ia juga mewanti-wanti warga untuk berhati-hati kala berniat mengunduh aplikasi yang digunakan untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Kemenkes mengimbau pada masyarakat untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi, dimana fitur eHAC yang terbaru sudah terintegrasi di dalamnya. Platform PeduliLindungi tersimpan di Pusdatin dan sudah dilakukan oleh BSSN yaitu IT Security Assessment,” ujar Anas.

Sebelumnya, dugaan kebocoran data pada aplikasi eHAC pertama kali diungkap oleh para peneliti siber dari vpnMentor. Tim peneliti vpnMentor, Noam Rotem dan Ran Locar, mengatakan eHAC tidak memiliki privasi dan protokol keamanan data yang mumpuni, sehingga mengakibatkan data pribadi lebih dari satu juta pengguna melalui server terekspos.

Data yang diduga bocor itu meliputi ID pengguna yang berisi nomor kartu tanda penduduk (KTP), paspor serta data dan hasil tes Covid-19, alamat, nomor telepon dan nomor peserta rumah sakit, nama lengkap, tanggal lahir, pekerjaan dan foto.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...