Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Merapi Kembali Erupsi, Sembilan Kecamatan di Magelang Hujan Abu

Ilustrasi – Warga melintas di dekat lahan pertanian tembakau yang terkena abu vulkanik Gunung Merapi di Babadan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (16/8/2021). (Antara)

MURIANEWS, Magelang — Gunung Merapi kembali erupsi dengan memuntahkan awan panas, Rabu (1/9/2021). Guguran awan panas tersebut terjadi pada pukul 10.13 WIB dengan amplitudo 42 mm dan durasi 195 detik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Wasono menjelaskan, akibatnya guguran awan panas tersebut setidaknya ada lima kecamatan terdampak hujan abu Merapi ini.

Hanya saja, wilayah yang paling banyak terdampak adalah Kecamatan Dukun. Di kecamatan ini ada sembilan desa yang diselimuti abu tipis Merapi, yakni Dukun, Krinjing, Ngargomulyo, Kalibening, Keningar, Sewukan, Paten, Banyudono, dan Ngadipuro.

“Di Kecamatan Mungkid, hujan abu terjadi di Desa Bojong, Ambartawang, dan Bumirejo. Di Kecamatan Sawangan di Desa Sawangan, Krogowanan, Kapuhan, Gondowangi, dan Mangunsari. Di Kecamatan Muntilan terjadi di Desa Tamanagung dan Gondosuli, sedangkan di Kecamatan Salaman di Desa Sidomulyo dan Salaman,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Edi menuturkan hujan abu tipis tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat.

Berdasarkan rekomendasi BPPTKG, potensi bahaya erupsi Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal tiga kilometer ke arah Sungai Woro dan sejauh lima kilometer ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak gunung yang wilayahnya meliputi kawasan perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta itu.

Ia meminta masyarakat tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya erupsi Merapi.

Mereka juga diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya banjir lahar hujan, terutama saat terjadi hujan di seputar puncak Gunung Merapi.

Penambangan di alur sungai yang aliran airnya berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan, sedangkan pelaku wisata tidak melakukan kegiatan di daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 kilomter dari puncak Merapi.

Sebelumnya hujan abu akibat muntahan awan panas guguran Gunung Merapi di sejumlah desa di Kabupaten Magelang, Senin (16/8/2021). Namun tak sampai mengganggu aktivitas warga.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...