Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ada Data Pribadi Bocor, RUU PDP Mendesak Diselesaikan

Ilustrasi perlindungan data (Istimewa)

MURIANEWS, Jakarta – Terjadinya kebocoran data pribadi pada aplikasi e-HAC sangat disayangkan Komisi I DPR RI. Sebab, Aplikasi ini menjadi syarat wajib bagi warga yang hendak bepergian di dalam maupun luar negeri, selama pandemi Covid-19. Mereka pun mendesak agar rancangan undang-undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi (PDP) segera diselesaikan.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Rizki Aulia Rahman Natakusumah, mengatakan saat ini, Komisi I menanti komitmen pemerintah soal kelanjutan pembahasan RUU PDP

“Sangat mendesak untuk RUU Perlindungan Data Pribadi untuk segera mungkin diselesaikan. Kami menunggu komitmen dan info lanjutan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika mengenai hal ini,” ujar Rizki dikutip Kompas.com, Rabu (1/9/2021).

Menurutnya, pembahasan RUU PDP macet karena belum ada titik temu antara DPR dan pemerintah, mengenai otoritas lembaga pengawas data pribadi.

Di mana, DPR menginginkan lembaga pengawas bersifat independen, memiliki otoritas mengawasi, menyelidiki, serta menengahi masalah antara pemilik dan pengguna data. Selain itu, lembaga tersebut dinilai perlu memiliki kewenangan untuk memutuskan perkara sengketa data.

Di sisi lain, pemerintah ingin lembaga itu di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Dengan adanya kebocoran data itu, Rizki meminta agar operator aplikasi e-HAC tidak lepas tangan. Dia menilai, apabila aplikasi e-HAC sudah tidak digunakan lagi, pemerintah seharusnya menghentikan operasional aplikasi tersebut.

“Kami mendesak kepada operator aplikasi tersebut dari pihak pemerintah agar tidak lepas tangan. Jangan khianati kepercayaan masyarakat yang sudah percaya dan menggunakan aplikasi tersebut,” kata Rizki.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...