Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

BSSN Klaim Data E-HAC di PeduliLindungi Aman

Gubernur Ganjar Pranowo melihat pengunjung mal men-scan barcode aplikasi PeduliLindungi. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jakarta – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) klaim data pengguna Electronic Health Alert Card (e-HAC) yang terintegrasi pada aplikasi PeduliLindungi masih aman. Klaim itu diungkapkan Juru Bicara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Anton Setiawan.

Seperti diketahui, VPNMentor melalui blog resminya mengumumkan ada kebocoran data pada aplikasi e-HAC. Disebutkan sebanyak 1,3 juta data telah bocor.

“Ya (masih aman dari kebocoran data), sudah dilakukan Information Technology Security Assesment (ITSA) oleh BSSN pada aplikasi PeduliLindungi,” kata Anton dikutip dari Kompas.com, Rabu (1/9/2021).

Anton menjelaskan, ITSA merupakan proses penilaian keamanan sistem aplikasi untuk mencari celah kerentanan atau kerawanan yang mungkin timbul dan dapat digunakan pihak lain untuk mengeksploitasi sistem tersebut.

Aspek yang dinila ITSA mulai dari kode sumber, implementasi sistem, penerapan keamanan, dan mitigasi risiko. “Hasilnya adalah rekomendasi perkuatan keamanan untuk sistem/aplikasi tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Selasa (31/8/2021), Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Anas Ma’ruf membenarkan adanya dugaan kebocoran data pengguna di aplikasi Electronic Health Alert Card (e-HAC) Kemenkes.

Dia mengatakan, data yang bocor terjadi pada aplikasi e-HAC yang lama, bukan yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

“Yang pertama, kebocoran data terjadi di aplikasi e-HAC yang lama yang sudah tidak digunakan lagi tepatnya, sejak 2 Juli 2021,” kata Anas dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Kemenkes RI.

Anas juga mengatakan, saat ini, pihaknya bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tengah melakukan investigasi terkait kebocoran data pengguna e-HAC yang lama.

Ia menduga kebocoran data pengguna terdapat di pihak mitra dan saat ini tengah dilakukan pencegahan.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...