Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Menkominfo: Semua Vaksin Aman, Jangan Pilih-Pilih

Salah satu peserta vaksinasi remaja Sukun Group tampak tenang saat tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin ke lengan. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Jakarta – Di Indonesia saat ini terdapat beberapa merek vaksin Covid-19. Mulai dari CoronaVac (vaksin jadi dari SinoVac), Vaksin Bio Farma (vaksin olahan Bio Farma dengan bahan baku SinoVac), SinoPharm, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer. Enam jenis vaksin itu dipastikan aman dan berkhasiat bagi masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan pemerintah memastikan akan selalu mengawasi proses vaksinasi di seluruh Indonesia. Dia juga mengatakan semua vaksin di Indonesia sudah melalui kajian dari BPOM.

“Semua vaksin yang saat ini ada di Indonesia sudah melalui kajian dari BPOM dan sudah mendapatkan Persetujuan Penggunaan Dalam Kondisi Darurat Atau Emergency Use Authorization (EUA) serta selalu dilakukan pengawasan,” ujarnya dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (1/9/2021).

Dengan banyaknya pilihan itu, Johnny meminta masyarakat untuk tidak pilih-pilih atau mencari merek tertentu, sehingga menunda vaksinasi. Menurutnya perilaku itu justru membahayakan diri dan orang lain karena risiko sakit berat bila terkena Covid-19 akan semakin tinggi.

“Segera vaksin sebelum terlambat dan selalu disiplin protokol Kesehatan. Virus Covid-19 adalah ancaman yang nyata dan ada di mana saja. Vaksinasi penting untuk membuat diri kita terlindungi dan mengurangi risiko sakit berat apabila kelak terpapar Cocvid-19,” tegas Menkominfo.

Menkominfo menjelaskan, pemerintah memastikan semua vaksin Covid-19 yang ada di Indonesia efektif melawan berbagai varian virus corona termasuk varian delta. Menurutnya, belum ada bukti ilmiah ataupun jurnal medis yang menunjukkan vaksin-vaksin seperti Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, atau Moderna tak efektif melawan varian delta.

Johnny memaparkan, evaluasi efektivitas vaksin Covid-19 yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI, membuktikan bahwa vaksin mampu menurunkan risiko terinfeksi Covid-19, serta mengurangi perawatan dan kematian bagi tenaga kesehatan.

Studi ini dilakukan terhadap 71.455 tenaga kesehatan di DKI Jakarta meliputi perawat, bidan, dokter, teknisi, dan tenaga umum lainnya sepanjang periode Januari-Juni 2021.

Pengamatan dilakukan terhadap kasus konfirmasi positif Covid-19, perawatan, dan kematian karena Covid-19 pada tiga kelompok tenaga kesehatan, yaitu yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama, vaksinasi lengkap (dosis kedua), dan yang belum divaksinasi.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...