Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Manfaatkan Medsos, Begini Cara Admin Arisan Online Fiktif di Magelang Cari Mangsa

Polres Magelang saat menggelar jumpa pers terkait penangkapan admin arisan online fiktif. (Humas Polres Magelang)

MURIANEWS, Magelang – Kasus arisan online fiktif yang melibatkan mamah muda berinisial RDA (29) dengan kerugian ratusan juta rupiah ternyata dijalankan lewat media sosial.

Kasat Reskrim Polres Magelang M Alfan AM memaparkan untuk modus yang dilakukan oleh pelaku adalah dengan mengadakan arisan menurun, oper slot, investasi, dan duos, dengan nama ‘Arisan Menurun By Echy’ lewat media sosial Instagram.

”Pelaku ini kemudian menawarkan kepada orang lain dengan menggunakan identitas-identitas yang diduga fiktif sebagai peserta yang sudah terdaftar,” kata Alfan dalam siaran pers di laman Humas Polri, Selasa (31/8/2021).

Hal itu dilakukan oleh pelaku, untuk meyakinkan dan menarik minat calon member atau peserta. Selain itu, pelaku juga menjanjikan keuntungan fantastis, kemudian menggunakan uang dari peserta untuk kepentingan sendiri dan tidak menyerahkan imbal balik berupa pencairan kepada member.

Baca: Mamah Muda Admin Arisan Online Fiktif di Magelang Diringkus Polisi

“Pada awalnya, arisan tersebut masih berjalan lancar, dan pelaku RDA dapat memenuhi imbalan berupa pencairan hasil yang harus diberikan kepada peserta,” ujarnya.

Secara matematis, lanjutnya dalam model arisan tersebut, pelaku sebagai admin ataupun owner hanya memperoleh keuntungan dari alokasi biaya admin per kloter/grup. Sedangkan seluruh peserta diberikan keuntungan.

“Namun, tersangka memperoleh tambahan keuntungan dengan adanya identitas-identitas fiktif tersebut. Selain itu, uang modal atau setoran dari para peserta digunakan untuk kepentingan pribadi oleh tersangka. Peserta arisan tersebut didominasi oleh wanita, dari berbagai kalangan pekerjaan maupun mahasiswa, yang belum maupun sudah berumah-tangga,” terangnya.

Dalam kejadian tersebut, kata Alfan para peserta arisan mengalami Kerugiaan sekitar Rp 300 juta. Sedangkan untuk total member sebanyak 55 orang.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat tindak pidana penipuan dan atau penggelapan, sebagaimana Dimaksud Dalam Pasal 378 KUHPidana; dan atau Pasal 372 KUHPidana. Ancaman pidana penjara paling lama empat tahun,” pungkasnya.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...