Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dugaan Korupsi Mantan Kades Tergo Kudus Masuk Babak Baru

Ilustrasi

MURIANEWS,Kudus – Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan BK, mantan Kepala Desa Tergo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus memastikan penyidikan kasus ini sudah lengkap.

Kejari Kudus akan segera melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang untuk disidangkan. Kasus ini diusut oleh Polres Kudus dan telah dilimpahkan ke kejaksaan pada Jumat (27/8/2021) lalu.

“Penyerahan tersangka dan barang bukti dari Polres Kudus sudah dilakukan. Dan dalam waktu dekat akan kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang. Secepatnya, mungkin besok kami limpahkan biar cepat sidang,” kata Kasi Pidsus Kejari Kudus Raden Prabowo Ajisasmito, Selasa (31/8/2021)

Dugaan kasus korupsi mantan Kades Tergo itu, lanjut dia, tentang beberapa program kegiatan yang menggunakan anggaran dana desa yang diduga mengakibatkan kerugian negara. Mulai proyek fiktif, hingga administrasi pengadaan barang  desa yang dirasa kurang.

“Itu nilainya sekitar Rp 370 jutaan. Nanti juga ada tiga sampai empat jaksa penyidik dari Kejaksaan Negeri Kudus, tapi ini belum ada penunjukan,” ucapnya.

Baca: Kejari Kudus Usut Dugaan Korupsi Dana Desa Tiga Mantan Kades

Meski sudah dilimpahkan, saat ini mantan Kades Tergo yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu, masih ditahan di rumah tahanan Polres Kudus.

Sementara, mantan Kades Lau HS yang diduga terjerat kasus serupa, juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dan berkasnya kini masih dalam penelitian.

Kemudian untuk mantan Kades Undaan Lor ED yang juga terlibat dugaan korupsi Dana Desa sekitar Rp 200 juta kini telah dikembalikan. Hanya saja, pengembalian tersebut tidak menghapus pertanggungjawaban pidananya. “Itu sudah dikembalikan, tapi ini masih kami proses,” imbuhnya

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...