Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tak Ajukan Banding, KPK Segera Eksekusi Juliari

Eks-Mensos Juliari Batubara (Liputan6.com/Johan Tallo)

MURIANEWS, Jakarta – Terpidana kasus Korupsi Bansos Covid-19, Juliari Batubara dikabarkan tidak mengajukan banding. Kabar tersebut disampaikan Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri, Selasa (31/8/2021).

Dengan tidak adanya pengajuan banding itu, maka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengeksekusi vonis 12 tahun pada Juliari. “Informasi dari kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, terdakwa tidak mengajukan upaya hukum banding,” ujar Ali dikutip dari CNN Indonesia.

Di sisi lain, sebelumnya Jaksa KPK tidak mengajukan banding. Sebab, vonis yang diberikan telah berdasarkan analisa jaksa KPK. Di samping itu, pertimbangan jaksa, kata Ali juga telah dikabulkan sepenuhnya oleh majelis hakim lewat amar putusannya.

Ali menyebut, dengan keputusan itu maka status hukum Juliari kini telah berkekuatan hukum tetap.

“Oleh karena analisa yuridis jaksa KPK telah diambil alih sebagai pertimbangan majelis hakim dan seluruh amar tuntutan telah pula dikabulkan maka KPK juga tidak lakukan upaya hukum banding,” kata jubir berlatar belakang jaksa itu.

Meski demikian, KPK saat ini masih menunggu salinan putusan majelis hakim. Berikutnya, pihaknya segera menyerahkan secara administrasi perkara Juliari kepada jaksa eksekutor KPK, untuk kemudian dieksekusi.

Juliari sebelumnya  divonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada 23 Agustus lalu. Eks politikus PDIP itu dinilai terbukti menerima suap senilai total Rp32,4 miliar terkait penunjukan rekanan penyedia bansos Covid-19 di Kemensos.

Selain itu, ia juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp14,5 miliar subsider 2 tahun penjara serta pencabutan hak politik selama empat tahun.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...