Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Hingga Sore Ini, Posisi PLH Sekda Jepara Masih Teka-teki

PLH Sekda Jepara Dwi Riyanto (memakai batik merah bertopi hitam) memberikan bantuan di Karimunjawa, beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Jabatan Dwi Riyanto sebagai Pelaksana Harian (PLH) Sekertaris Daerah (Sekda) Jepara Selasa (31/8/2021) hari ini mestinya sudah rampung. Tetapi, sampai sore ini belum ada tanda-tanda siapa yang akan menduduki jabatan tersebut.

Diketahui, sudah 15 hari Dwi menjabat sebagai PLH Sekda Jepara. Ia menggantikan Edy Sudjatmiko, setelah dibebastugaskan sementara oleh Bupati Jepara Dian Kristiandi. Alasannya, Edy dinilai melakukan pelanggaran disiplin berat.

Dwi mengaku sampai sore ini ia belum menerima surat pemberhentian atau perpanjangan sebagai PLH Sekda. Justru, Dwi mengaku tidak tahu menahu tentang hal itu.

“Enggak tahu. Belum menerima (surat, red). Sampai saat ini saya enggak dipanggil (bupati, red). Sampai saat ini belum,” kata Dwi, Selasa (31/8/2021).

Padahal, beberapa saat lalu Dwi bertemu dengan bupati saat rapat video conference di Sekertariat Daerah (Setda) Jepara. Dalam forum itu, Dwi duduk persis di sebelah kanan bupati. “Enggak nyinggung blass. Sama sekali,” ujarnya.

Dwi menyatakan, bahwa bukan tidak mungkin jika bupati memilih pejabat lain untuk menggantikan dirinya sebagai PLH Sekda. Untuk itu, pihaknya memilih untuk menunggu perkembangan hingga esok hari.

Baca: Dibebastugaskan Sementara, Sekda Jepara Minta Perlindungan ke Ganjar

Selama menjabat sebagai PLH Sekda, saat ini Dwi juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Tak hanya itu, secara definitif, Dwi juga menjadi Assisten I Bupati Jepara.

Sejauh ini, Dwi enggan berkomunikasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan bupati soal jabatan PLH Sekda. Sebab, dia khawatir jika ada anggapan bahwa dirinya meminta jabatan menjadi Sekda Jepara.

“Saya khawatir kalau dikira minta (jabatan Sekda, red). Wis anti iku nik aku (Sudah anti kalau seperti itu, red),” tegas Dwi.

Salah satu alasan Dwi adalah masa kerjanya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tinggal sebelas bulan lagi. Artinya, bulan Agustus tahun 2022 mendatang dia akan pensiun. Sehingga, ia memastikan tidak akan mengejar jabatan sebagai Sekda Jepara.

“Jadi tidak akan mungkin misalnya, orang mengira saya masih terlihat muda, nanti mengejar definitif (jabatan Sekda, red) dengan ‘pencak silatnya’ itu tidak akan mungkin,” tandas Dwi.

 

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...