Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dibebastugaskan Sementara, Sekda Jepara Minta Perlindungan ke Ganjar

Sekda Jepara Edy Sudjatmiko. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Edy Sudjatmiko, dibebastugaskan dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara. Namun, ia merasa tak bersalah, sehingga mengajukan keberatan kepada Bupati Jepara Dian Kristiandi.

Bahkan, ia juga sudah melayangkan surat keberatan untuk meminta perlindungan ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Berdasarkan pada Surat Keputusan Bupati Jepara Nomor 867/19/2021, Edy dibebastugaskan sementara karena diduga melakukan pelanggaran disiplin berat. Edy menilai bahwa pembebastugasan sementara itu dianggap tak wajar.

Pasalnya, dari aturan yang dipelajari Edy, pembebastugasan sementara jabatan itu bisa diterapkan ketika ada pemanggilan yang mengakibatkan terganggunya tugasnya sebagai sekda.

“Selama ini saya dipanggil (Komisi Aparatus Sipil Negara atau KASN, red) ke Jakarta, tugasnya ya enggak pernah koter (terbengkalai, red). Malah dipanggil Provinsi Jawa Tengah kok, diberhentikan. Tapi karena ada surat itu ya, saya sebagai pegawai kan, loyal,” kata Edy, kepada MURIANEWS, Selasa (31/8/2021).

Diberitakan sebelumnya, sejak tahun 2020 lalu Edy memang sudah beberapa kali dlaporkan ke KASN oleh Bupati Dian Kristiandi. Laporan itu di antaranya Edy dianggap tidak membantu bupati dalam penanganan Covid-19, atau tidak mendukung program-program bupati. Tetapi, Edy merasa tidak melakukan seperti yang dilaporkan.

Baca: Hampir Sebulan Dibebastugaskan, Sekda Jepara Belum Terima Surat Pemeriksaan

Bahkan, KASN sudah mengeluarkan rekomendasi evaluasi kinerja Sekda Edy. Yang tertuang dalam Surat Ketua KASN Nomor : B-2212/KASN/6/2021 tertanggal 24 Juni 2021.

Dalam surat itu, kinerja Edy dikategorikan baik, sehingga tidak diperlukan lagi evaluasi kinerja. Edy juga tidak terbukti melakukan pelanggaran disiplin berat.

Selain itu, kinerja Edy juga dinilai baik. Sehingga, KASN tidak memiliki alasan untuk membastugaskan Edy dari jabatannya sebagai Sekda Jepara.

Atas dasar rekomendasi KASN tersebut, Edy kemudian mengajukan surat keberatan kepada Dian Kristiandi pada 16 Agustus 2021. Ia juga bertemu empat mata dengan Andi.

Bersamaan dengan itu, Edy juga melayangkan surat keberatan sekaligus meminta perlindungan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

“Saya enggak melawan. Saya hanya meluruskan tentang duduk permasalahannya. Saya tabayyun kepada beliaunya,” terang Edy.

Baca: Masa AKtif PLH Sekda Jepara Berakhir Hari Ini, Siapa Penggantinya?

Selain itu, tempo hari Edy juga sudah melayangkan surat kepada Gubernur Ganjar Pranowo. Selain keberatan, Edy juga meminta perlindungan atas perkaranya tersebut.

“Karena tidak ada tanggapan (atas surat keberatan kepada bupati Jepara, red) maka saya ajukan itu kepada gubernur,” ungkap Edy.

Dari keempat surat tersebut, hanya BKN yang sudah memberikan jawaban, melalui Surat Nomor 788/B-AK22/SDI/F/2021 tentang klarifikasi permasalahan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tertanggal 24 Agustus 2021.

Isi surat tersebut yakni bupati Jepara diminta untuk memberikan klarifikasi terkait permasalahan itu paling lama 30 hari kalender setelah surat itu diterima.

Sebelum ada klarifikasi, untuk sementara data di BKN masih tetap mengakui Edy sebagai Sekda. Termasuk setiap kebijakan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terkait dengan jabatan Sekda. BKN juga akan menunda pemutakhiran data yang bersangkutan.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...