Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Miris! Sudah Ada 444 Warga Grobogan Meninggal Akibat HIV/AIDS

Ilustrasi HIV/AIDS

MURIANEWS, Grobogan – Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Grobogan harus mendapatkan perhatian yang sangat serius. Sebab, jumlah kasus yang ditemukan hingga saat ini sudah cukup banyak. Bahkan, sebagian penderita HIV/AIDS ini sampai meninggal dunia.

Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Grobogan Gunawan Cahyo mengatakanan, jumlah kasus HIV/AIDS sejak 2002 hingga Juli 2021 tercatat sebanyak 1.437 orang . Dari jumlah ini, sebanyak 444 orang di antaranya meninggal dunia.

Dari 444 orang yang meninggal ini, 360 orang di antaranya berusia dewasa. Sedangkan 84 orang lainnya berusia anak-anak.

Kondisi pada tahun 2021 ini, ada penurunan kasus dibanding tahun sebelumnya. Di mana, sampai bulan Juli terdapat penambahan 54 kasus.

Sementara pada tahun 2020 terdapat panambahan 88 kasus. Penurunan kasus ini diduga karena dampak adanya PPKM di masa pandemi.

“Penderita HIV/AIDS ini berasal dari berbagai kalangan dan usia. Ada yang anak-anak, ibu rumah tangga, dewasa, dan orang tua. Kondisi ini harus jadi perhatian kita bersama,” ujarnya, Selasa (31/8/2021).

Menurut Gunawan, kasus HIV/AIDS tersebut sudah tersebar di 19 kecamatan. Paling banyak ada di Kecamatan Purwodadi dengan 112 kasus HIV, dan 108 kasus AIDS. Sedangkan paling sedikit di Kecamatan Tanggungharjo dengan empat kasus HIV dan enam kasus AIDS.

Salah satu upaya yang cukup efektif untuk bisa terhindar dari penularan HIV/AIDS bisa dilakukan dari masing-masing individu. Caranya, dengan berperilaku hidup sehat dan menjauhi pergaulan bebas.

Gunawan menambahkan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka penderita HIV/AIDS tersebut.

Mulai dari sosialisasi ke berbagai elemen masyarakat, kampanye dan pembagian kondom di berbagai titik, serta pengecekan kesehatan terhadap para PSK dan lainnya.

Untuk kegiatan tersebut, pihaknya juga menggandeng berbagai elemen masyarakat. Seperti, LSM, ormas, tokoh agama, komunitas, sekolah, serta dinas terkait lainnya.

Pihaknya berharap, penderita HIV/AIDS tidak mendapatkan stigma negatif dan diskriminasi di kalangan masyarakat. Hal ini perlu dilakukan agar penderita dapat hidup berdampingan dengan masyarakat.

Meski begitu, pihaknya meminta peran aktif tokoh-tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan ke masyarakat tidak melakukan sek bebas dengan berganti-ganti pasangan.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...