Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Satu SMP di Kudus Tolak Siswanya Divaksin Covid, Ini Alasannya

SMP IT Qolsaba di Tanggulangin, Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Satu sekolah di Kabupaten Kudus menolak vaksinasi Covid-19 untuk siswa. Sekolahan tersebut yakni SMP Islam Terpadu (IT) Qolsaba yang ada di Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Sekolahan tersebut diketahui siswanya merupakan santri di Pondok Pesantren Tahfiz dan Salafiyah Al-Muayyad Al-Maliky yang berada satu kompleks.

Penolakan vaksinasi lantaran dikahwatirkan akan mengganggu aktivitas siswa yang tengah menjalani puasa riyadhoh.

Kepala Puskesmas Jati Ahmad Muhammad mengatakan, pihaknya mendapatkan alokasi 612 dosis vaksin Covid-19 yang dialokasikan untuk remaja atau pelajar berusia 12-17 tahun.

Dari jumlah itu SMP IT Qolsaba menadpat jatah 20 dosis, dan lainnya untuk sekolah lain. Vaksinasi tersebut juga telah dijadwalkan di masing-masing sekolah di wilayah Kecamatan Jati

“Kemarin SMP 2 Jati alokasi 260 dosis, hari ini SMP Al Ma’ruf 283 dosis, dan besok SMP Istiqlal 49 dosis dan SMP IT Qolsaba 20 dosis, itu untuk siswa kelas IX,” katanya, Selasa (31/8/2021).

Ia juga membenarkan jika sekolah tersebut menolak vaksinasi untuk siswanya. Hanya saja, pihaknya mengaku belum mengetahui secara pasti alasan menolak.

“Kemarin bilangnya tidak ikut vaksin, belum tahu alasanya kenapa. Tapi kalau memang tidak bersedia, kami minta untuk membuat surat pernyataan hitam di atas putih,” katanya, Selasa (31/8/2021).

Baca: Ratusan Siswa Kelas IX SMP Al-Ma’ruf Divaksin Dosis Pertama

Meski demikian, pihaknya mengaku masih berkoordinasi dengan sekolahan tersebut. Pihaknya juga tengah melakukan pendekatan dan edukasi kepada sekolahan tersebut agar bersedia mengikuti vaksin.

“Tetap kami edukasi dulu. Misal alasanya ada  halangan, dan minta waktunya diundurkan kami siap,” ujarnya.

Terpisah, Kasubag TU SMP IT Qolsaba Ulfa Hariyani menyebut masih mengkoordinasikan vaksinasi tersebut dengan Yayasan Al Muayyad. Apakah nantinya vaksinasi tersebut ditunda atau seperti apa.

Baca: Ternyata Belum Semua Pemain BRI Liga 1 Divaksin Covid

Hanya saja, menurutnya saat ini siswanya sedang menjalani puasa riyadhoh selama 41 hari. Sehingga dikhawatirkan penyuntikan vaksin akan mengganggu aktivitas puasa.

“Ini masih menjalani puasa,  puasanya juga tidak sekadar puasa. Seperti tidak makan yang bernyawa, tidak pakai micin, dan masaknya harus khusus. Itu mau diiyakan (vaksin, red) tapi kasihan anak-anak. Mungkin alasanya itu,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menyebut jika vaksinasi untuk siswa tersebut menjadi kewajiban pemerintah, pihaknya akan siap mengikuti. Namun, untuk waktunya akan disesuaikan setelah siswa puasa.

“Puasa riyadhoh difokuskan untuk kelas IX, kalau putus di tengah jalan ya hangus ngulang lagi. Jika memang itu program dan harus, kalau (suntik, red) besok sepertinya belum bisa,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...