Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sebulan Terjun Bebas, Harga Cabai di Pati Belum Terasa Pedas

Cabai rawit. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Para petani cabai rawit di Kabupaten Pati, masih belum bisa bernapas lega. Pasalnya, sudah sebulan ini, harga cabai terjun bebas dan masih belum mengalami kenaikan.

Padahal, saat ini tengah masa panen cabai di Pati. Alhasil sebagian petani terpaksa membiarkan cabainya membusuk di pohon, karena jika dijual justru lebih merugi.

Hal itu diakui oleh Wariyo, petani cabai di Desa Sidorejo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati. Menurutnya, sudah sebulan ini harga jual cabai di tingkat petani tidak ada perubahan.

Pada awal Agustus 2021 lalu, harga berada di angka Rp 5.000 per kilogram. Hingga saat ini, harganya masih tetap sama.

“Saya sendiri berharap harga cabai turun ini tidak berlangsung lama. Tapi nyatanya masih sudah sebulan belum naik,” terangnya, Selasa (31/8/2021).

Padahal, lanjut Wariyo, harga cabai mengalami penurunan biasanya tidak sampai sebulan. Bahkan terkadang selang dua pekan, harganya sudah berangsur naik. Namun, tahun ini justru mengalami kondisi paling parah.

“Ini (penurunan harganya) parah, karena sudah sebulan. Kalau begini terus, petani yang rugi banyak,” imbuhnya.

Baca: Perintahkan ASN Borong Cabai Petani, Ganjar: Makelar Ambil Untung Terlalu Banyak

Dirinya sempat menduga, turunnya harga cabai ini karena adanya PPKM Jawa-Bali yang bisa menghambat pendistribusian. Namun, setelah melihat berita, rupanya dia menyadari bahwa turunnya harga cabai ini disebabkan impor cabai kering oleh pemerintah.

“Saya baru tahu kalau pemerintah impor cabai kering. Mungkin ini penyebabnya. Padahal, petani kita sendiri banyak yang menanam cabai, kenapa harus impor, ujung-ujungnya malah membuat petani susah,” keluhnya.

Sementara  Santoso, salah seorang bakul cabai mengaku kondisi harga cabai saat ini memang cukup parah. Dari petani memang Rp 5.000 per kilogram, kemudian dijual ke pasar harganya Rp 6.000 per kilogram.

“Sudah sebulan ini. kalau cabai rawit merah harganya memang hancur, kalau cabai rawit putih masih mending, Rp 9000 per kilogram,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...