Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

PBVSI Kudus Bantah Keluarkan Surat Mandat Untuk Hadiri Musorkablub

KONI Kabupaten Kudus.(MURIANEWS/Grafis)

MURIANEWS, Kudus – Ketua PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) Kabupaten Kudus, AKBP Aditya Surya Dharma yang juga Kapolres Jepara, membantah telah mengeluarkan surat mandate untuk hadir dalam Musorkablub Kudus beberapa waktu lalu.

Pernyataan ini disampaikannya menyusul adanya klaim surat mandat dari PBVSI Kudus yang digunakan sebagai barang bukti dalam sidang Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI). Seperti diketahui, KONI Kudus hingga saat ini terjadi dualisme kepemimpinan, yang akhirnya dibawa ke sidang BAORI untuk mendapatkan penyelesaian.

Sebagai Ketua PBVSI Kudus, AKBP Aditya Surya Dharma menyatakan tak pernah menandatangi surat mandat itu. Pihaknya saat itu hanya memberikan surat mandat kepada Ridwan sebagai pelaksana harian di PBVSI Kudus.

“Saya hanya menandatangani surat mandat kepada pak Ridwan sebagai pelaksana harian PBVSI. Sebab saya kan banyak kegiatan lain,” katanya, Selasa (31/8/2021).

Surat mandat yang diberikan itu, sama sekali tidak menyebut adanya mandat untuk hadir dalam Musorkablub, yang hasilnya menimbulkan dualism kepengursan KONI Kudus itu. Dalam hal ini pihaknya tidak ingin turut campur terkait kepengurusan KONI Kudus.

Tetapi, menurutnya memang ada surat dari Ridwan kepada salah satu anggota untuk menghadiri Musorkablub. Tetapi hal itu di luar sepengetahuan dirinya sebagai ketua Umum Pengkab PBVSI Kudus.

“Seingat saya pemberitahuan ke saya terkait anggota yang menghadiri Musorkablub KONI itu tidak ada. Dan saya juga hanya ketemu sekali dengan Pak Ridwan waktu menandatangani mandat sebagai pelaksana keseharian. Intinya saya dalam masalah ini tidak memihak manapun,” terangnya.

Terkait dualisme di tubuh KONI tersebut, dia berharap agar kedua belah pihak segera ada kesepakatan islah. Akan tetapi jika memang harus diselesaikan secara hukum, dia juga mempersilahkan.

“Tetapi kalau diselesaikan lewat proses hukum seperti sebagaimana yang berjalan ya monggo,” imbuhnya.

Senada, Ketua Umum Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI) Kabupaten Kudus yang juga Komandan Kodim 0722/Kudus Kolonel Kav Indarto melalui surat pernyataan, mengatakan hal yang sama. Surat Mandat yang akhirnya mucul di arena Musorkablub KONI Kudus, 20 Febuari 2021, menurutnta tidak sesuai perintahnya.

Dalam persoalan dualisme Kepemimpinan KONI Kudus, pihaknya menyatakan tidak mau memihak salah satu pihak. Masalah itu merupakan masalah internal di KONI Kudus. Sedangkan terkait surat mandat yang mengatasnamakan Yongmodo Kudus, yang dilampirkan sebagai barang bukti di peradilan BAORI Jakarta oleh salah satu pihak, menurutnya tidak syah.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi erje

Comments
Loading...