Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Remaja di Siak Tewas Diduga Dimangsa Harimau

Harimau Sumatra. (Dok.WWF)

MURIANEWS, Siak – Konflik harimau dengan warga di sekitar kawasan hutan terjadi di Desa Teluk Lanus, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Minggu (29/8/2021). Akibat konflik itu, seorang remaja Malta Akfarel (16), ditemukan tewas dengan kondisi hilang kepalanya yang diduga diserang seekor harimau sumatra (Panthera Tigris Sumatrae).

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau kemudian mengirim tim ke lokasi konfilik harimau Sumatra terhadap manusia. Mereka meminta keluarga agar korban divisum untuk mengetahui kondisinya.

“Karenanya Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau mengirim tim ke lokasi konflik harimau sumatera terhadap manusia di Desa Teluk Lanus Kabupaten Siak itu, dan meminta agar korban divisum untuk memastikan apakah korban meninggal karena dimangsa harimau sumatra atau penyebab lainnya,” kata Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Riau, M Mahfud, dikutip dari Antaranews, Selasa (31/8/2021).

Dia mengatakan tim menuju ke lokasi dengan membawa kandang perangkap untuk melakukan evakuasi jika sudah dipastikan korban betul-betul dimangsa harimau sumatera.

Mahfud menjelaskan, lokasi korban merupakan salah satu kawasan kantong harimau sumatra. Hanya saja, sebagian habitat harimau sumatra itu sudah menjadi kawasan hutan tanaman industri oleh perusahaan dan sebagian lagi kebut sawit.

Ia menghimbau agar masyarakat sekitar lokasi tetap tenang dan warga tidak melakukan tindakan anarkhis terhadap harimau sumatera atau satwa lain karena dilindungi undang-undang. Selain itu masyarakat yang melakukan aktivitas agar tidak sendirian melainkan harus berkelompok.

Baca juga: Tiga Harimau Sumatra Ditemukan Mati di Kawasan Hutan Aceh Selatan

Adapun kronologi tewasnya korban akibat diduga serangan harimau sumatera itu berawal saat dia mendapat informasi pada Minggu (29/8) pukul 18.30 WIB saat korban bersama dengan tiga orang saudaranya sedang bermain handphone di dermaga Pelabuhan PT Unisraya.

Kemudian, ayah korban bernama Rustam memanggil anak-anaknya untuk menghidupkan genset. Namun, hanya dua anaknya yang sampai di mess dan satunya hilang. Karena khawatir, sang ayah mencari anaknya yang hilang ke dermaga. Suasana yang sudah gelap membuat Rustam kembali ke mess untuk mengambil senter.

Baca juga: Anies Baswedan Beberkan Ada Dua Harimau di Jakarta Positif Covid, Begini Ceritanya

“Pukul 19.00 WIB ayah korban melanjutkan pencarian. Namun dia melihat bercak darah dan handphone anaknya sekitar 40 meter dari mess. Rustam bergegas mencari bantuan rekan kerja dan masyarakat sekitar, mencari keberadaan korban,” katanya.

Setelah mencari, sekitar pukul 23.00 WIB pada Minggu (29/8) Rustam bersama masyarakat menemukan jasad korban dalam kondisi tanpa kepala dan alat kelamin sekitar 20 meter dari messnya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Antaranews.com

Comments
Loading...