Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Masa AKtif PLH Sekda Jepara Berakhir Hari Ini, Siapa Penggantinya?

Kantor Sekda Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Lima belas hari sudah jabatan Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara diisi pelaksana harian (PLH). Namun, sampai kini pembebastugasan sementara Edy Sudjatmiko masih abu-abu.

Diketahui, Edy dibebastugaskan sementara dari jabatannya sebagai sekda oleh Bupati Jepara mulai 9 Agustus 2021. Ini merujuk Surat Keputusan Bupati Jepara Nomor 867/19/2021. Alasannya, Edy dinilai melakukan pelanggaran disiplin berat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jepara, Ony Sulistijawan mengatakan, Selasa (31/8/2021) hari ini adalah hari terakhir jabatan PLH Sekda, yang diduduki Dwi Riyanto.

Pihaknya menyebut masa jabatan itu hanya berlangsung selama 15 hari kerja. Artinya, mulai besok pagi jabatan PLH Sekda sudah habis.

“(Masa jabatan PLH, red) 15 hari kerja. Hari ini sudah rampung. Iya, nanti tergantung pak bupati mau perpanjang atau diganti yang lain,” kata Ony kepada MURIANEWS, Selasa (31/8/2021).

Baca: Dibebastugaskan dan Belum Terima Surat Pemeriksaan, Sekda Jepara Coba Tabayyun

Terkait perpanjangan atau tidak, masih kata Ony, hal itu merupakan kewenangan penuh bupati Jepara. Bupati berwenang memperpanjang Dwi Riyanto sebagai PLH Sekda atau menggantinya dengan orang lain.

“Kami sudah siapkan draf untuk perpanjangan atau apa kan, belum. Masih menunggu petunjuk pak bupati,” ujar Ony.

Untuk bisa menjabat sebagai PLH Sekda, Ony mengatakan bahwa syaratnya yang utama adalah pejabat dengan status esselon II. Atau setingkat di bawah esselon sekda.

Baca: Soal Pembebastugasan Sekda Jepara, Gubernur: Bupatinya Coba Konsultasi ke Saya

Atau, lanjut Ony, PLH sekda bisa ditunjuk Gubernur dari pebajat di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hari ini, dimungkinkan gubernur akan memberikan petunjuk kepada bupati Jepara untuk menentukan sikap.

“Atau mungkin, enggak tahu kalau pak gubernur menghendaki PLH (Sekda, red) dari provinsi juga bisa. Hari ini gubernuar akan memberikan petunjuk,” jelas Ony.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...