Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

MU Sebenarnya Juga Butuh Gelandang Bertahan, Tidak Hanya Ronaldo!

Ronaldo dimasa emasnya bersama Alex Ferguson dan MU dulu. (facebook.com/Football-families-News)

MURIANEWS, Manchester- Perekrutan Ronaldo pada transfer musim panas ini tak pelak menimbulkan sebuah hiruk pikuk luar biasa. Manchester United akhirnya ‘memulangkan’ Ronaldo setelah 12 tahun mengembara di Eropa.

Banyak yang menyebut, kepulangan Ronaldo hanya soal ‘harga diri’ dua klub yang memiliki rivalitas dengan kadar tinggi. MU tidak rela melihat seorang pemain legenda yang tumbuh besar bersama mereka, harus ‘menyeberang’ ke kubu yang rival.

Dengan 895 penampilan di karirnya, 674 gol, 229 asist dan 5 gelar Ballon d’Or, Ronaldo tidak hanya sekedar pemain di lapangan. Pemain ini juga tetap diperhitungkan saat berada diluar lapangan.

Tak lepas dari keberadaannya di MU dulu, ‘kepulangan’ jelas menjadi sesuatu yang luar biasa bagi pendukungnya. Inggris yang dulu pernah dianggap ‘terlalu kecil’ bagi kebesaran Ronaldo, kini menerima kepulangannnya kembali.

Bahkan nyanyian ‘Viva Ronaldo’ sudah terdengar di sudut Stadion Molineux pada Minggu sore, saat MU dijamu Wolves. Namun dari kandang Molves pula, seorang pengamat sepakbola Inggris, Steven Railston, memberikan sebuah penilaian tentang MU.

Menurutnya, pertandingan MU vs Wolves sejatinya memberi sebuah peringatan bagi The Reds Devil. Kedatangan Ronaldo baginya tidak serta merta atau bahkan tidak bisa sama sekali menjadi jawaban dari masalah yang terjadi di permainan MU saat ini.

Steven Railston, seperti dilansir dari Manchester Evening News (MEN) menyakini, disaaat para pendukung MU bergembira, hal itu tidak berlaku bagi pelatihnya. Solskjaer pasti menyadari, dari pertandingan melawan Molves ada sesuatu yang krusial harus diselesaikannya.

“Formasi 4-2-3-1 sekali lagi digunakan MU saat melawan Wolves. Paul Pogba diminta untuk bermain di poros ganda bersama Fred, tetapi pasangan itu dengan cepat terbukti tidak memadai, ini bukanlah hal baru. Bahkan, pada babak pertama, Fred mendapat cemoohan dari pendukung United,” ujarnya.

Keterbatasan Fred untuk level ini, telah terlihat beberapa kali. Nemanja Matic dan Scott McTominay nampaknya juga bukan solusi yang bisa diambil MU. McTominay, meskipun telah membuat kemajuan yang signifikan, masih harus membuktikan bahwa dia dapat memberi United keseimbangan yang mereka butuhkan di lini tengah untuk merebut gelar. .

Pada akhirnya, meskipun sudah mendapatkan Jadon Sancho, Raphael Varane dan Ronaldo, MU tetap butuh seorang gelandang bertahan berkelas dunia. Kebutuhan ini sayangnya, sepertinya tidak akan terpenuhi pada jendela transfer kali ini.

Khusus bagi Ronaldo, situasi ini berpotensi membuat dirinya menghadapi hal yang sama di Juventus. Lemahnya investasi untuk lini tengah Juve, membuat tim Italia ini gagal bersinar. Keberadaan Ronaldo tidak tereksplore secara massif, hingga Ronaldo tak puas.

“Tampaknya masalah yang menghantui musim penuh terakhir Ronaldo di Juventus [2020/21] dapat muncul kembali di MU. Kurangnya investasi yang serius di lini tengah MU, bisa saja membuat Ronaldo frustasi seperti di Juventus,” ujarnya menambahkan.

Saat ini Manchester United sudah memiliki Ronaldo, namun mereka masih belum memiliki apa yang sebenarnya paling mereka butuhkan. Itu adalah gelandang bertahan baru. \\\

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Manchester Evening News

Comments
Loading...