Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

9.807 Anak di Jateng jadi Yatim Piatu karena Covid, Gerakan Orang Tua Asuh Digulirkan

Gubernur dan Wagub Jateng Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen memimpin rapat penanganan Covid-19. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Jumlah anak di Provinsi Jawa Tengah yang kehilangan orang tuanya karena Covid-19 sangat banyak. Pendataan terakhir yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah tercayay ada 9.807 anak menjadi yatim piatu selama pandemi.

Jumlah itu terdiri dari 5.772 anak di antaranya adalah yatim. Sementara jumlah piatu 3.608 orang, dan mereka yang yatim piatu sebanyak 427 anak.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, Pemprov Jateng akan melakukan aksi perlindungan dan menyiapkan program bantuan. Termasuk di antaranya menggulirkan gerakan menjadi orang tua asuh.

Gus Yasin mengajak para orang kaya atau yang berkecukupun mau menjadi orang tua asuh bagi anak yang kehilangan orang tuanya karena terpapar Covid-19.

“Langkah jangka pendek kita memberikan bantuan sosial kepada masyarakat atau anak yang kehilangan orang tuanya. Kedua dari pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten dan kota dianjurkan untuk mengasuh anak yang terdampak Covid-19,” ujarnya, usai mengikuti rapat penanggulangan Covid-19, Senin (30/8/2021).

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mendorong para apratur sipil negara (ASN) untuk menjadi orang tua asuh anak yatim piatu karena pandemi.

Kemudian selain memberikan bantuan dari APBD, pihaknya juga mengajak Baznas untuk memberi perlidungan. Ganjar berharap program-program seperti itu akan terus digerakkan Jateng.

“Sudah jalan di Baznas, ada lima yatim piatu yang mendapat bantuan. Ini akan terus kita dorong agar dipraktikkan sebagai bentuk konkret kepedulian,” jelasnya.

Baca: Anak Yatim Piatu Bakal Dapat Bansos Rp 300 ribu Sebulan

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jateng Retno Sudewi menjelaskan, penanganan jangka Panjang dan pendek dibuat secara terstruktur untuk melindungi anak-anak akibat Covid-19.

“Langkah jangka pendek yang kita lakukan sekarang adalah pendataan, kemudian assesment (penilaian), kemudian diklarifikasi. Adapula pemberian bantuan yang telah dilakukan berupa bantuan sembako, bantuan perlengkapan sekolah dan sebagainya yang bersifat karitatif,” terangnya.

Untuk langkah jangka panjang, Retno menyebut akan bekerja sama antar instansi untuk memberdayakan anak tersebut. Di antaranya, bekerja sama dengan Dinas Sosial untuk pemberian Layanan Dukungan Psikososial atau dengan badan PBB untuk anak-anak UNICEF.

Baca: Empat Anak di Pati Ini Kehilangan Orang Tua karena Covid, Didatangi Kapolres Diberi Bantuan

Pengasuhan anak oleh DP3AP2KB dan UNICEF juga diupayakan. Kemudian pelatihan oleh Disperindag atau Dinkop UKM, pembuatan adminduk baru untuk yatim piatu, oleh Dispermasdesdukcapil sampai pemantauan kondisi dan situasi anak yatim piatu, terdampak Covid-19.

Selain itu, langkah lain adalah menggandeng Kemenag, agar dapat menyediakan pondok pesantren bagi anak yatim atau piatu.

“Nanti ketika assesment (penilaian) akan nampak, apakah butuh keterampilan, pendidikan atau penunjang pendidikan. Namun kita belum sampai ke (tahap) itu masih kita lakukan secara bertahap,”  pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...