Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sedang Sakit, David Noah Mangkir saat Mediasi Kasus Penipuan

David Noah. (Youtube/NOAH OFFICIAL)

MURIANEWS, Jakarta – Personil band Noah, David Kurnia Albert Dorfel alias David Noah mangkir atau tidak hadir dalam proses mediasi dengan pelapor Lina Yunita. Diketahui, David Noah dilaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan oleh Lina Yunita.

David Noah berhalangan hadir karena sakit. Hal itu dibuktikan saat pengacaranya yang mewakili dirinya untuk datang pada agenda itu menunjukan surat keterangan sakit. Proses mediasi sendiri dijadwalkan Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (30/8/2021).

“Hari ini saudara D yang datang hanya lawyer karena yang bersangkutan memperlihatkan surat sakit,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (30/8/2021).

Dengan kondisi itu, akhirnya mediasi hanya diikuti Lina dan kuasa hukum David, Menurut Yusri, dari proses mediasi itu akan memperjelas masalahan dugaan penipuan pada David.

“Karena dari keterangan D dan kawan-kawan sudah ada (uang) yang dikembalikan, yang satu bilang Rp 1,1 M lebih dan satu lagi bilang sudah bayar. Makanya kita pertemukan untuk bisa tahu objek perkaranya berapa,” ujarnya.

Yusri berharap lewat proses mediasi ini perkara yang melibatkan kedua belah pihak selesai dengan restorative justice dan berakhir damai.

Proses mediasi sendiri berjalan selama sekitar satu jam. Namun, menurut kuasa hukum Lina Yunita belum ada titik temu atau kesepakatan damai antara kedua belah pihak. Meski begitu, Devi tak mau membeberkan isi dalam mediasi itu.

“Pokoknya ada angka yang belum ketemu, belum match, dari pihak kami juga ada pertimbangan, dari pihak sana juga, offering-nya juga belum ketemu,” katanya.

Devi menyatakan kliennya masih membuka peluang untuk damai dengan David Noah dalam kasus ini. Rencananya, proses mediasi akan kembali dilanjutkan pada Jumat (3/9/2021) mendatang.

“Iya ada kemungkinan untuk damai. Restorative justice itu kan untuk perdamaian,” ujarnya.

Sebelumnya, David dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Lina Yunita terkait dugaan penipuan dan penggelapan. Laporan ini terdaftar dengan nomor LP/B/3761/VII/2021/SPKT Polda Metro Jaya.

Selain David, ada dua orang lainnya yang turut dilaporkan yakni Y dan EAS. Keduanya diketahui berstatus sebagai tersangka dan tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Namun, Yusri tak mengungkapkan kasus apa yang menjerat Y dan EAS. Ia hanya menegaskan bahwa kasus tersebut tidak berkaitan dengan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan oleh Lina Yunita.

“Saudara Y dan EAS ini keberadaan dia tersangka dan tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dalam kasus yang berbeda,” kata Yusri di Polda Metro Jaya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...