Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Suap Penyidik KPK, Walkot Tanjungbalai Syahrial Dituntut 3 Tahun

Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial (Instagram @pemkotanjungbalai_)

MURIANEWS, Jakarta – Wali Kota Tanjungbalai nonaktif, Muhammad Syahrial dituntut tiga tahun penjara. Dia dinilai bersalah oleh Jaksa KPK telah memberi suap kepada penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju yang kini telah dipecat. Ada pun jumlah suap yang diberikan yakni Rp 1,69 miliar.

Jaksa Penuntut Umum KPK Agus Prasetya Raharja, dalam persidangan yang digelar secara teleconference itu meminta kepada majelis hakim untuk menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

“Meminta kepada majelis hakim yang menangani perkara ini menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berkelanjutan sebagaimana dakwaan alternatif kedua penuntut umum,” kata Agus dikutip dari CNN Indonesia, Senin (30/8/2021).

Selain itu, Agus juga meminta majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 150 juta subsider enam bulan kurungan kepada Syahrial.

Di kesempatan itu, Agus membeberkan hal yang meringankan dan menjadi pertimbangan. Di mana, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, belum pernah dihukum dan terdakwa mengungkap pelaku lain.

“Adapun hal yang memberangkatkan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang gencar mewujudkan negara yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme,” ujar Agus.

Majelis hakim memberikan waktu sepekan untuk Syahrial dan kuasa hukumnya mengajukan pembelaan atau pleidoi.

Sebelumnya, Syahrial didakwa memberi suap Rp1,6 miliar kepada penyidik KPK Stepanus Robinson Pattuju terkait penghentian penyelidikan dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Perbuatan Syahrial berawal pada Oktober 2020. Saat itu Syahrial berkunjung ke rumah dinas Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin. Dalam pertemuan itu, Syahrial mengeluhkan kasus yang ditangani KPK ke Azis.

Kemudian Aziz mengenalkan Stepanus Robinson Pattuju, salah satu penyidik KPK kepada Syahrial. Saat ini, Stepanus sudah dipecat. Saat bertemu, Syahrial meminta Stepanus membantu tak menaikkan penyelidikan perkara jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai.

Stepanus bersedia membantu dan saling bertukar nomor telepon. Kemudian, Stepanus menelpon rekannya Maskur Husain, seorang advokat. Stepanus lantas menceritakan persoalan yang menjerat Syahrial.

Maskur menyanggupi membantu Syahrial dengan imbalan Rp1,5 miliar. Syahrial menyanggupi permintaan ini dan mengirimkan uang secara bertahap melalui rekening Riefka Amalia.

Total pengiriman melalui rekening itu mencapai Rp1.475.000.000. Selain itu, Syahrial juga menyerahkan uang tunai kepada Stepanus sejumlah Rp210.000.000 pada 25 Desember 2020.

Selain itu, Syahrial juga menyerahkan uang Rp10.000.000 di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, pada awal Maret 2021. Sehingga jumlah uang yang diberikan Syahrial kepada Stepanus sebesar Rp1.695.000.000.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...