Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dua Pembacok Pelajar saat Konvoi Kelulusan SMA di Kendal Ditangkap Polisi, Tiga Buron

Pemuda pelaku pembacokan dan pengeroyokan saat konvoi kelulusan SMA di Kendal pada Juni lalu (Detik.com)

MURIANEWS, Kendal – Polres Kendal berhasil mengungkap kasus penganiayaan dan tawuran sesama pelajar yang terjadi saat konvoi kelulusan Juni 2021 lalu.

Dua orang yang diduga terlibat pembacokan yakni AM (18)  warga Triharjo, Gemuh, dan MH (19) warga Tlahap telah ditangkap. Sementara tiga lainnya jadi buron.

Video kekerasan itu sempat viral di media sosial dan membuat dunia pendidikan tercoreng. Apalagi aksi tersebut terjadi saat semua warga Indonesia tengah berperang melawan Covid-19.

Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto, Senin (30/8/2021) mengatakan, peristiwa itu bermula saat para pelajar itu konvoi merayakan kelulusan.

Baca: Viral Video Kekerasan Pelajar Kendal saat Kelulusan, Kadisdikbud: Miris Lihatnya

Sesampainya di SPBU di Jalan Arteri Weleri, Desa Parakan, rombongan pelajar dari SMK swasa ini bertemu dengan pelajar dari sekolah lain yang sedang duduk-duduk di SPBU.

Tersangka AM kemudian berteriak, dan serentak belasan pelajar turun dari motor dan mengejar pelajar yang sedang duduk-duduk tersebut.

“Saat ketemu pelajar lain di jalan, tersangka AM ini berteriak dan turun dari sepeda motor. Ada dua pelajar yang tidak berhasil kabur saat didatangi rombongan konvoi tersebut, pelaku kemudian mengeluarkan celurit dan mengayunkan ke korban hingga mengalami luka di punggung,” jelasnya seperti dikutip Detik.com.

Baca: Disdikbud Minta Polres Tangkap Pelaku Tawuran Antarpelajar di Kendal

Yuniar menjelaskan aksi pengeroyokan dan pembacokan itu terekam CCTV SPBU Weleri. Dari rekaman ini menjadi petunjuk polisi mengidentifikasi para pelaku.

“Aksi pelajar ini kan sempat terekam kamera CCTV, dari sini kami mulai melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelaku ini. Aksi mereka sudah mengarah ke aksi premanisme karena tidak segan-segan menganiaya menggunakan senjata tajam,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang pelaku AM mengatakan peristiwa itu bermula saat dia dan teman-temannya konvoi merayakan kelulusan SMA. Dia dan teman-temannya sempat bertemu dengan pelajar dari SMK lain dan diajak bergabung untuk konvoi ke arah Weleri.

Baca: Begini Kronologi Penggerebekan Oknum Perwira Polisi di Klaten Satroni Istri Orang Malam-Malam

“Sampai di depan SPBU ada pelajar lagi nongkrong terus saya teriak, ‘Muga, Muga’ (anak SMA Muhammadiyah 3 Weleri). Spontan teman-teman turun dan mengeroyok lima orang tersebut. Kalau celurit diambil dari tas teman saya untuk membacok korban,” aku Ali.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sebilah celurit yang digunakan untuk membacok korban. Kedua pelaku tersebut bakal dijerat dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal 5,5 tahun bui.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...