Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Polisi Gerebek Pabrik Oli Palsu di Brebes, Tiga Pelaku Diamankan

Kapolres Brebes, AKBP Faisal Febrianto bersama jajaran saat melakukan jumpa pers terkait penggerebekan pabrik oli palsu di Brebes. (Humas Polres Brebes)

MURIANEWS, Brebes – Polres Brebes menggerebek pabrik oli palsu di Desa Siandong, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan tiga orang yang diduga sebagai pelaku produksi dan pengedar oli palsu tersebut.

Ketiga pelaku tersebut diketahui bernama Denis Alfiansyah (24) dam Dhafa Hikmat (19) warga Tanggerang, Banten, serta M Fajar Awaludin (26), warga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Mereka memproduksi oli palsu di Desa Siandong Kecamatan Larangan. Di lokasi penggerebekan yang juga tempat produksi oli palsu, polisi mengamankan ribuan botol oli sepeda motor berbagai jenis dan merk.

Kapolres Brebes, AKBP Faisal Febrianto mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Desa Siandong, Kecamatan Larangan terdapat gudang yang mencurigakan. Gudang tersebut tidak pernah dibuka, namun ada kegiatan pengiriman dan pengangkutan barang.

”Rabu (28/7/2021) lalu, sekitar pukul 20.00 WIB, Unit Reskrim Polsek Larangan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Desa Siandong terdapat gudang yang mencurigakan. Gudang itu tidak pemah dibuka tapi di pintu gudang ada pengiriman dan pengangkutan barang mencurigakan,” kata Faisal Febrianto dalam siaran pers di laman Humas Polri, Senin (30/8/2021).

Dari hasil barang bukti yang di sita diamankan 2 buah tandon air berkapasitas 1.000 liter, 1 unit mesin segel alat perekat, alat lebel, alat pembuat angka dan kanvayor.

”Dalam penggerebekan itu, polisi juga mengamankan 321 botol bekas oli bermerek, sertaq 20 drum oli kosong,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, modus pelaku dengan mengoplos oli kemasan drum yang dituangkan ke dalam bak penampungan pengolahan oli. Kemudian diberikan cairan pewarna oli dan diaduk dengan mesin selama 15 menit.

”Setelah itu, oli dimasukan ke dalam kemasan botol yang telah disiapkan. Pada ujung botol diberikan penutup dengan menggunakan mesin press dan ditutup sebelum dimasukan ke dalam kemasan dus,” katanya.

Pelaku juga menempelkan nomor registrasi palsu pada bagian kemasan dengan menggunakan mesin registrasi serupa dengan kemasan oli asli.

Dari lokasi kejadian polisi menyita sejumlah barang bukti kejahatan berupa 1 unit popa penyedot cairan, 40 botol oli kosong merk yamalube, 7 dus botol oli kosong merek Mpx, 3 botol kosong ultrac dan 8 dus botol merek shell, 5 botol merek merran serta 20 drum oli kosong dan 20 dus yang berisi tutup oli.

”Selain itu kami juga menyita 5 kardus oli merek spx, 19 kardus oli merek mpx,8 kardus oli merek yamalube, 25 dus botol merek endure Bersama dengan segelnya serta 200 pacs botol oli kecil merek endure dan 6 pcs pewarna,” ungkapnya

Atas tindakannya tersebut, para pelaku dijerat Pasal 62 Ayat (1) Jo Pasal 8 Ayat 1 tentang Perlindungan Konsumen.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Humas Polri

Comments
Loading...