Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Omzet Sempat Terjun 70 Persen saat Pandemi, Penjual Seragam Sekolah di Kudus Kini Bisa Tersenyum

Pedagang seragam di Pasar Kliwon Kudus, sedang memeriksa dagangannya. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Dibukanya kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Kudus menjadi berkah bagi pedagang seragam sekolah. Salah satunya bagi Miftahul Huda, pedagang seragam di Pasar Kliwon Kudus.

Miftahul Huda mengaku lega ketika PTM di Kudus kembali dibuka. Sebab, penjualan seragam di kiosnya mulai meningkat.

Pengamatan MURIANEWS di kiosnya yang diberi nama toko Konveksi IKA Jaya, di lantai I, Blok A, Pasar Kliwon, Kudus, ramai disambangi pembeli yang mencari seragam, Senin (30/8/2021).

Miftahul Huda menjelaskan pengalaman sulitnya selama sekolah ditutup akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir dua tahun. Dia mengaku omzetnya saat itu sempat terjun bebas hingga 70 persen.

“Kondisi keuangan saat sekolah tutup dua tahun itu omzet saya merosot sampai 70 persen. Adanya PPKM membuat saya tambah sulit,” katanya.

Ia pun akhirnya tak berani jika hanya menjual seragam saja. Tetapi juga berjualan pakaian, kemeja, dan busana muslim, untuk menambah pemasukan.

“Harapan saya sekolah tatap muka bisa terus berlanjut. Sehingga seragam yang saya jual bisa laku,” harapnya.

Baca: Sekolah di Kudus Mulai Dibuka, Cuan Pedagang Seragam Kembali Ramai

Kini setelah sekolah kembali dibuka usahanya menjual seragam sekolah Kembali bergeliat. Bahkan sejak sepekan terakhir, banyak orang berburu seragam.

Dalam sehari ia bisa menjual 50 set seraham, dari sebelumnya yang hanya lima set saja. Selama pandemi, ia mengaku paling banter hanya mampu menjual lima stel seragam.

“Sehari saat ini bisa mendapatkan penghasilan kotor Rp 2 juta. Pembelinya dari beberapa daerah seperti Kudus, Jepara, Purwodadi, dan Blora,” terangnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...