Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sepekan PTM di Jepara Diklaim Sukses, Disdik: Nilainya 80 ke Atas

Salah satu siswa di SMPN 1 Jepara saat berada di area sekolah untuk mengikuti PTM terbatas. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Jepara sudah berjalan selama sepekan. PTM di Kota Ukir ini diklaim sudah cukup sukses meski ada sjeumlah hal yang dievaluasi.

Diketahui, Kabupaten Jepara tergolong paling dulu dibanding kabupaten-kabupaten lain dalam menjalankan PTM. Keputusan PTM itu diambil berdasarkan terus menurunnya angka kasus Covid-19 di Jepara.

Agus Tri Harjono, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara, mengatakan PTM pekan pertama ini terbilang sukses. Ada sejumlah indikator yang menyokong kesuksesan itu.

Antara lain terkait penerapan protokol kesehatan (prokes). Dan yang paling utama adalah tidak adanya kasus Covid-19 baru yang muncul dari kegiatan PTM ini.

“Indikator nilainya sudah 80 ke atas. Semuanya sehat, pembelajaran bisa optimal meskipun terbatas dua jam. Namun, ada sejumlah catatan untuk diperbaiki dalam pelaksanaan PTM,” kata Agus, Senin, 30 Agustus 2021.

Meskipun banyak indikator berhasil dilewati dengan sukses, Agus tetap memberikan catatan-catatan. Tujuannya supaya PTM ke depan bisa berjalan dengan aman dan sehat.

Salah satu catatan Agus yaitu terkait kesadaran para siswa dalam penggunaan masker. Terutama ketika keluar dari lingkungan sekolah.

Baca: Hari Pertama PTM di Jepara Dimulai dengan Vaksinasi, Bupati Beri Pengertian Pelajar yang Tak Mau Disuntik

Hasil pantauannya, tak sedikit siswa yang tidak mengenakan masker sebagaimana mestinya. Selain itu, para siswa juga terpantau masih senang berkerumun ketika menunggu dijemput orang tuanya.

“Ini yang masih lemah, anak-anak kalau sudah pulang (keluar, red) area sekolah prokesnya mulai turun, bergerombol terus pakai maskernya itu tidak sesuai. Ini tugas bagi kita semua dan itu yang menyebabkan nilai (evaluasi PTM) tidak bisa 100 persen,” kata Agus.

Meski PTM sudah berjalan sepekan, hingga kini masih didapati sejumlah wali murid belum mengizinkan anaknya mengikuti PTM. Sehingga, proses pembelajaran dalam jaringan (daring) masih diterapkan sekolah. Itu untuk melayani siswa yang tak diizinkan orangtuanya untuk mengikuti PTM.

“SD dan SMP sudah PTM semuanya, tapi ya masih ada orangtua yang belum mengizinkan anaknya. Ya, tidak apa-apa, kami hormati dan siswa tetap dilayani (pembelajaran) daring,” imbuh Agus.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...