Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

SMP 1 Kudus Mulai Gelar PTM Terbatas, Satu Kelas Hanya Masuk Dua Kali Sepekan

PTM terbatas di SMP 1 Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sudah memperbolehkan sekolah-sekolah di Kudus menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. SMP 1 Kudus menjadi salah satu sekolah yang mulai menggelar PTM terbatas mulai Senin (30/8/2021) hari ini.

Rencananya, PTM terbatas itu akan diselenggarakan hingga 11 September 2021.

Kepala SMP 1 Kudus Ahadi Setiawan mengatakan, PTM terbatas ini akan dimanfaatkan sebaik mungkin. Dengan artian, SMP 1 Kudus akan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

“Meski terbatas kami sangat berterima kasih. PTM terbatas ini bisa menghindarkan siswa dari learning loss atau turunnya penguasaaan kompetensi peserta didik dan juga untuk mempersiapkan penyelenggaraan penilaian tengah semester (PTS),” katanya.

Baca: Gelar PTM, Sekolah di Kudus Wajib Punya Satgas Covid

Pelaksaan PTM terbatas itu, lanjut dia, dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dalam sepekan, setiap jenjang kelas hanya mengikuti PTM tatap muka sebanyak dua kali dan sisanya akan melalui daring.

“Jadi hari ini kelas kelas sembilan, besok kelas delapan, dan besoknya lagi kelas tujuh. Begitu seterusnya, yang dijalankan di SMP 1 memang terbatas sesuai aturan. Hari ini kelas sembilan itu, sebanyak siswa yang masuk,” jelasnya.

Dalam satu hari PTM terbatas akan dibagi menjadi dua sif. Dalam satu sif pihaknya memberikan batasan maksimal dua jam.

“Contohnya, hari ini kelas sembilan semuanya, sebanyak 266 siswa kami bagi menjadi dua sesi pukul 07.00-09.00 WIB itu sesi pertama, separuh siswa absensi 1-16. Di jam kedua pukul 10.00-12.00 WIB itu untuk absensi seterusnsya,” imbuhnya.

Baca: Kudus Genjot Vaksinasi di Sekolah, Seribuan Siswa Disuntik Hari Ini

Pihaknya berharap PTM yang sesungguhnya bisa segera digelar. Meski dengan kebiasaan baru yang mewajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Kesempatan PTM terbatas ini akan kami maksimalkan, agar nanti sifatnya bukan hanya terbatas. Insyaallah prokes juga akan selalu kami sosialisasikan kepada para siswa,” imbuhnya.

Sementara Bupati Kudus HM Hartopo menjelaskan, saat pelaksanaan PTM terbatas SOP protokol kesahatan harus dijalankan dengan maksimal. Sehingga tidak akan terjadi penularan kasus Covid-19 yang terjadi di sekolahan.

“Kalau tidak dijalankan (SOP prokes, red) kami takut angka Covid-19 bisa naik lagi. Mulai satgas, sosialiasi tentang Covid-19 ataupun prokes, sampai saat waktunya pun harus dipantau,” ucapnya.

 

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...