Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

OTT di Probolinggo Diklaim Tak Lepas dari Peran Pegawai KPK Nonaktif

Novel Baswedan. (MI/Rommy Pujiyanto)

MURIANEWS, Jakarta – Operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada 10 orang termasuk Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya, Anggota DPR Hasan Aminuddin diklaim tak lepas dari peran pegawai lembaga antirasuah nonaktif.

Penyidik Senior KPK nonaktif, Novel Baswedan mengungkapkan OTT itu tak lepas dari kinerja pegawai KPK yang tak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), yakni Harun Al Rasyid. Novel sendiri menyebut Harun Al Rasyid sebagai rajanya OTT.

“Setelah sekitar 4 bulan KPK enggak bisa OTT, akhirnya Raja OTT yang tidak diluluskan TWK untuk disingkirkan dari KPK yang turun tangan untuk bisa dilakukan OTT,” kata Novel dikutip dari Suara.com, Senin (30/8/2021).

Ia kemudian menyayangkan sikap pimpinan KPK yang dikomandoi Firli Bahuri Cs, tidak mencabut surat keputusan pemberhentian pegawai KPK dalam SK nomor 652.

“Sangat disayangkan langkah dan sikap Pimpinan yang tidak mau mencabut SK 652 dan membuat skandal penyingkiran 75 pegawai KPK sehingga membuat KPK terhambat untuk bekerja dengan baik,” imbuhnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Dalam OTT itu, sebanyak 10 orang diamankan, termasuk Bupati Puput Tantriana Sari bersama suaminya, Hasan Aminuddin selaku anggota DPR.

OTT dilakukan KPK pada Senin dinihari, (30/8/2021). Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron membenarkan penangkapan itu, namun belum menjelaskan pihak yang ditangkap. Diduga, OTT dilakukan terkait dugaan jual beli jabatan di Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Suara.com

Comments
Loading...