Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tiga Pejabat Pemkot Solo Jadi Korban Pemerasan, Salah Satunya Mantan Ajudan Jokowi

Ilustrasi. (Freepik)

MURIANEWS, Solo — Kasus pemerasan terjadi di lingkungan Pemkot Solo. Sebanyak tiga pejabat menjadi korban pemerasan tersebut. Salah satunya adalah mantan ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menjabat sebagai Wali Kota Solo berinisial H.

Pemerasan tersebut diketahui dilakukan oleh Andri Supriyanto, warga Joyosuran RT 1 RW 12, Kelurahan/Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, yang terjadi sejak Juli 2021.

Sementara, ketiga korban tersebut yakni Kepala Dinas Sosial Solo, T; Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Solo, H, serta seorang pejabat lain bernama Tl.

Dari pemerasan ketiga korban tersebut, pelaku berhasil menraup uang hingga Rp 62,750 juta, dengan rincian kerugian T Rp60 juta, H Rp2,5 juta dan Tl Rp250.000.

Dikutip dari Solopos.com, kasus bermula dari laporan T pada 27 Agustus 2021. Setelah melakukan penyelidikan, akhirnya Tim Subdit III Jatanras Polda Jateng berhasil menangkap Andri Supriyanto. Saat beraksi, tersangka diduga mengancam korbannya.

Selanjutnya korban diminta menyerahkan sejumlah uang melalui rekening terduga pelaku. Lantaran merasa terancam, korban lantas memberikan uang dengan cara ditransfer secara bergelombang, lebih kurang sebanyak lima kali.

Barang bukti yang diamankan polisi berupa satu dompet warna cokelat, satu dompet warna hitam, dua  STNK kendaraan berpelat nomor AD 4245 UA dan AD 3060 TA, satu jam tangan, satu tas selempang dan satu ATM BCA.

Ada juga satu ATM Bank Mandiri, satu ATM BRI, satu SIM A, KTP atas nama Anri Supriyanto, satu dushbook HP merek Samsung A02S dan satu dushbook HP merk Nokia 105. Tersangka adalah residivis kasus yang sama di Sukoharjo.

Sementara H saat dimintai klarifikasi tidak membantah. Dia justru bertanya balik dari mana sumber informasi tersebut. “Info dari mana mas?” tulis dia melalui WhatsApp kepada Solopos.com, Minggu (29/8/2021).

Hanya, ketika dihubungi melalui telepon seluler H tidak menjawab. Termasuk saat disampaikan sudah ada pers rilis pengungkapan kasus pemerasan itu, dia belum merespons hingga Minggu sore.

Kasubdit III Jatanras Polda Jateng, AKBP Agus Puryadi, menjelaskan tindak pidana pemerasan tersangka Andri Supriyanto terhadap para korban diduga terjadi sejak Juli 2021. Total kerugian ketiga korban Rp 62,750 juta.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...