Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tak Percaya Hoaks, Napi Terorisme di Lapas Makassar Ini Minta Sendiri Divaksin Covid

Napiter Widodo menjalani vaksinasi di Lapas Makassar. (MURIANEWS/dok Lapas Makassar)

MURIANEWS, Makassar – Sejumlah narapidana kasus terorisme (napiter) ataupun yang sudah bebas tak mau menjalani vaksinasi Covid-19 lantaran termakan hoaks yang menyebut vaksin merupakan produk Yahudi. Namun berbeda dengan napiter di Lapas Makassar ini.

Napi terorisme bernama Widodo itu, justru minta sendiri untuk divaksin Covid-19. Ia pun akhirnya  diikutkan vaksinasi bersama 647 warga binaan Lapas Makassar lainnya, pada Sabtu (28/8/2021) kemarin.

Kepala Lapas Makassar Henowo Sugiatanto memastikan jika Widodo mengikuti vaksinasi bukan karena paksaan, melainkan keinginannya sendiri.

“WBP (warga binaan pemasyarakatan) Widodo  melakukan vaksinasi karena  keinginan dari dirinya sendiri, dukungan dari keluarga serta motivasi dari petugas lapas,” katanya dalam siaran pers yang diterima MURIANEWS, Minggu (29/8/2021).

Widodo merupakan napiter yang dipidana empat tahun karena terbukti melakukan melakukan percobaan tindak pidana terorisme. Ia menjalani hukuman di Lapas Makassar sejak 8 Juni 2020, setelah sebelumnya ditahan di Rutan Depok.

Supardi, petugas Lapas Makassar yang bertindak sebagai wali Widodo menyatakan jika napiter tersebut telah mengikuti program deradikalisasi tahap pertama yang dilaksanakan oleh BNPT secara virtual 19 Agustus 2021 lalu.

“Selaku Wali, saya  sering berkomunikasi, memberikan edukasi dan pemahaman tentang pentingnya hidup damai dalam kerangka NKRI,” kata Supardi.

Dari kesadaran bahwa ia bagaian NKRI itu lah, ia menyadari untuk mengikuti aturan pemerintah. Termasuk mengikuti vaksinasi, sebagai ikhtiar untuk terhindar dari Covid-19.

“Ketika saya dengar Widodo ingin  divaksin, saya menghubungi klinik agar dia diperiksakan kesehatannnya,” terangnya.

Baca: Termakan Hoaks Hingga Diyakini Produk Kafir, Alasan Napi Terorisme Tolak Vaksinasi

Sebelumnya diberitakan, jika banyak napiter dan mantan napiter yang menolak divaksin. lasannya, vaksinasi tersebut dinilai sebagai program yahudi dan produk kafir yang digunakan untuk membunuh umat muslim.

Pernyataan tersebut diungkapkan mantan narapidana kasus terorisme Bom Bali, Jack Harun di sela-sela acara vaksinasi napiter bersama warga masyarakat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno Solo, Sabtu (28/8/2021).

“Jadi napi terorisme ini beranggapan bahwa [vaksinasi] ini program Yahudi, program kafir, upaya pembunuhan, dan sebagainya. Sehingga kebijakan pemerintah ditolak,” kata Jack Harun seperti dikutip Solopos.com.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...