Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Termakan Hoaks Hingga Diyakini Produk Kafir, Alasan Napi Terorisme Tolak Vaksinasi

Komjen Pol Boy Rafli Amar (kiri), Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, eks napiter Jack Harun berbincang dengan salah satu siswa peserta dalam kegiatan vaksinasi Covid-19 yang diikuti warga masyarakat termasuk eks napiter, Sabtu (28/8/2021) di RSUD Bung Karno, Solo. (Solopos.com/Akhmad Ludiyanto)

MURIANEWS, Solo — Sebagian besar narapidana terorisme ataupun mantan napi terorisme saat ini masih enggan melakukan vaksinasi Covid-19. Alasannya, vaksinasi tersebut dinilai sebagai program yahudi dan produk kafir yang digunakan untuk membunuh umat muslim.

Pernyataan tersebut diungkapkan mantan narapidana kasus terorisme Bom Bali, Jack Harun di sela-sela acara vaksinasi napiter bersama warga masyarakat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno Solo, Sabtu (28/8/2021).

“Jadi napi terorisme ini beranggapan bahwa [vaksinasi] ini program Yahudi, program kafir, upaya pembunuhan, dan sebagainya. Sehingga kebijakan pemerintah ditolak,” kata Jack Harun seperti dikutip Solopos.com.

Selain itu, mereka juga masih mempercayai berita-berita bohong (hoaks) tentang vaksinasi. Karenanya upaya untuk memvaksinasi kelompok tersebut menjadi terkendala.

“Kendala di teman-teman adalah masih belum percaya vaksinasi. Mereka juga masih mengonsumsi hoaks-hoaks tentang vaksin. Sehingga perlu edukasi ke teman-teman untuk meyakinkan manfaat vaksin dan ini adalah bagian dari ikhtiar,” ujar eks napiter kasus Bom Bali I tersebut.

Untuk mengajak mereka, lanjutnya, harus melakukan pendekatan personal. Pendekatan ini juga dibantu aparat Polres dan Kodim di wilayah masing-masing eks napiter tinggal.

“Kita melakukan komunikasi, merangkul aparat Polres dan Kodim yang bantu teman-teman supaya ikut divaksinasi. Mereka [para eks napi terorisme] pasti resisten. Tapi tergantung komunikasi. Kalau komunikasinya baik, maka bisa diterima,” ujarnya.

“Mudah-mudahan dengan vaksinasi teman-teman napiter ini memacu teman-teman yang lain untuk ikuti program pemerintah. Kita hidup di Indonesia, ini negara kita, sehingga pemerintah juga harus kita dukung,” harapnya.

Sementara itu, vaksinasi di Solo itu diikuti setidaknya 20 mantan napi terorisme (dan beberapa anggota keluarganya) yang berdomisili di Jawa Tengah seperti Cilacap dan daerah pantura.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar, saat meninjau pelaksanaan kegiatan itu mengakui masih ada pihak-pihak yang ingin menyebarkan misinformasi tentang vaksinasi.

“Maka dari itu keluarga binaan BNPT ini termasuk keluarga rentan. Mereka harus kita yakinkan bahwa vaksinasi dalam rangka menyukseskan program herd immunity [kekebalan kelompok],” ujarnya didampingi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan Jack Harun.

Boy mengatakan bahwa vaksinasi terhadap mitra binaan BNPT yang serupa sudah dilakukan di Karanganyar, Lamongan, dan Malang. “Kita harapkan mitra binaan yang umumnya eks napiter beserta keluarganya, dan para penyintas untuk membantu dan meluruskan segala misinformasi yang berkaitan dengan vaksinasi,” ujarnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...