Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Penyintas Covid-19 Baru Boleh Divaksin Setelah 3 Bulan, Ini Lho Alasannya

Jerinx saat divaksin Covid-19. (DETIKCOM/Karin)

MURIANEWS, Jakarta – Penyintas atau alumni pasien Covid-19 baru boleh mendapatkan vaksin setelah tiga bulan setelah dinyatakan sembuh atau negatif PCR-nya. Anjuran itu masih menuai pertanyaan dari masyarakat. Bahkan, sebagian masyarakat menyebut para penyintas Covid-19 tidak perlu melakukan vaksinasi.

Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia, Prof Dr dr Iris Rengganis mengatakan sebenarnya, satu atau dua bulan usai sembuh dari infeksi Covid-19, para penyintas bisa saja divaksin. Hanya saja, ada beberapa yang menjadi perhatian, seperti gejala yang masih dirasakan.

Iris mengemukakan, orang yang divaksinasi harus dalam kondisi prima. Dengan sistem imun yang sehat, vaksin bisa diterima oleh tubuh dengan baik.

“Secara imunologi, 1 atau 2 bulan (setelah sembuh) boleh (divaksin COVID-19). Tetapi, orang yang post-Covid itu harus recovery (sembuh) bener. Long Covid-nya nggak boleh ada, sudah recovery. Biasanya satu bulan kita beri kesempatan dia untuk recovery,” kata dr Iris dikutip dari Detikcom, Sabtu (28/8/2021).

Selain itu, alasan lainnya penyintas COVID-19 baru bisa mendapatkan vaksin setelah tiga bulan adalah masalah ketersediaan vaksin. Prof Iris mengatakan sampai saat ini ketersediaan vaksin masih belum mencukupi, sehingga harus mendahulukan mereka yang belum mendapatkan vaksin Corona.

Prof Iris juga menjelaskan pasca terinfeksi COVID-19, si penyintas masih memiliki antibodi yang cukup untuk melindungi dirinya dari infeksi ulang atau reinfeksi. Maka dari itu, setelah tiga bulan mereka baru bisa divaksinasi karena antibodinya mulai menurun.

“Orang yang sudah sembuh dari COVID-19 itu antibodinya masih tinggi secara alamiah. Jadi, setelah tiga bulan mulai menurun (antibodinya) baru dia divaksinasi,” pungkasnya.

Hal senada diungkapkan Juru Bicara Pemerintah untuk Pemanganan Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr Reisa Broto Asmoro. Dalam konfrensi pers perkembangan Covid-19 yang disiarkan di YouTube, Jumat (27/8/2021), dr Reisa meminta para penyintas tetap berkonsultasi pada dokter.

“Konstasi baik dengan dokter yang merawat atau melalui telemedisin. Konsultasi yang rutin dapat membantu dokter menyarankan tindakan yang tepat, termasuk memahami kondisi pernyerta lainnya ikut memengaruhi,” kata dokter berparas ayu itu.

Diketahui, saat ini pemerintah terus menggencarkan vaksinasi pada semua masyarakat Indonesia. Hampir seluruh kelompok masyarakat sudah bisa divaksinasi, dari anak usia 12 tahun ke atas, lansia, hiingga ibu hamil.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Comments
Loading...