Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jangan Kaget, Kopi Angkringan di Pati Ini Kelas Kafe Tapi Harganya Cocok di Kantong

Bang Salam saat meracik kopi. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Pandemi Covid-19 seperti ini memaksa pada pedagang kaki lima (PKL), termasuk angkringan untuk terus berinovasi. Selain mempunyai daya saing yang mumpuni juga harus ramah di kantong.

Di Kabupaten Pati, nongkrong atau ngopi di angkringan sudah merupakan hal yang biasa dilakukan. Selain tidak menguras banyak ongkos, sajian yang disuguhkan pun cukup beragam. Selain itu, angkringan selama ini juga terbilang sudah merakyat.

Sekali pun demikian, angkringan juga mempunyai inovasi yang tak kalah dengan kafe berkelas. Seperti angkringan milik Bang Salam di sebelah timur lapangan parkir PG Trangkil ini.

Cara menyajikan kopi pun dilakukan ala kafe tetapi dengan harga yang lebih murah.

Peralatan untuk meracik kopi seperti, french press, gelas shaker, milk jug pun sudah tertata rapi. Sebuah pemandangan yang tidak akan ditemukan di angkringan lainnya.

Bang Salam menyiapkan kopi ala kafe untuk pelanggan angkringannya. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

Ahmad Salam, nama lengkap dari Bang Salam juga menyediakan menu kopi seperti coffe late, machiato, milkshake atau pun kopi lainnya. Untuk meracik berbagai macam jenis sajian kopi itu, dia hanya belajar secara mandiri atau otodidak.

Karena merasa sudah mumpuni, kemudian Bang Salam memberanikan diri untuk menjual kopi ala kafe tersebut di angkringannya. Menurutnya, ini adalah sebagai daya tarik tersendiri agar pelanggan berdatangan.

“Ya, untuk menarik pelanggan lah. Biar lebih menarik. Apalagi harganya kan juga murah, lebih terjangkau,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, rupanya upaya yang dilakukan Bang Salam tersebut berbuah manis. Banyak pelanggan yang datang dan mencicipi kopi racikan ala barista tersebut.

Untuk memperkuat kemampuan meracik kopi, dia pun mencoba mengikuti pelatihan barista yang diadakan oleh komunitas Kopi Pati.

“Setelah mengikuti pelatihan barista, saya jadi lebih berani untuk menyajikan kopi ala kafe. Untuk kopi, saya juga memproduksinya sendiri,” ujarnya.

Sesekali, Bang Salam juga mempertontonkan aksinya saat meracik kopi. Sambil menyapa pelanggan dan bercanda tawa agar tidak bosan.

Untuk harga kopinya sendiri, Bang Salam mematok dengan harga yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp 7.000 per cangkir. Sementara apabila di kafe, harganya bisa mencapai Rp 30 ribu per cangkir.

Salah seorang penikmat Kopi Bang Salam, Ghea, mengaku snagat puas dengan racikan kopi Bang Salam. Bahkan kopi ala kafe yang ada di angkringan itu merupakan sebuah inovasi baru. Karena diangkringan lainnya tidak ada.

“Ini sudah seperti kafe, tapi harganya terjangkau, rasanya juga nikmat. Jadi, ini angkringan yang tidak hanya merakyat, tetapi juga berkelas,” terangnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...