Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ibu Hamil Sudah Boleh Divaksin, Cek Syaratnya

dr. Reisa Broto Asmoro. (YouTube/Alffy NR)

MURIANEWS, Jakarta – Saat ini pemerintah mulai gencar melakukan vaksinasi pada ibu hamil. Namun ada beberapa kriteria dan syarat bagi ibu hamil untuk bisa divaksin.

Juru Bicara Pemerintah untuk Pemanganan Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr Reisa Broto Asmoro mengatakan ada beberapa kriteria agar ibu hamil bisa mengikuti vaksinasi Covid-19.

Dokter Reisa menjelaskan, ibu hamil bisa divaksin Covid-19 kalau usia kehamilannya sudah memasuki trimester kedua atau lebih dari 12 minggu. Dijelaskan, di trimester kedua itu, kandungan sudah semakin kuat.

“Dan tidak sedang mengalami gangguan penyakit dan tidak ada tanda-tanda preeklamsia, hipertensi, dan lain-lain. Jadi boleh vaksin, monggo. Dan sekrang vaksin sudah banyak tersedia, silahkan cari vaksin terdekat,” katanya saat jadi salah satu pembicara dalam sebuah bincang-bincang secara virtual, Jumat (27/8/2021) malam.

Bincang-bincang #lawancovid19 bersama dr Reisa dan Ariel Noah. (YouTube/Alffy NR)

Dikutip dari Antaranews.com, dr. Reisa menjelaskan, pada trimester kedua kandungan sudah semakin kuat dengan rata-rata berat bayi dalam kandungan sudah mencapai 42 gram dengan panjang mencapai sembilan sentimeter. Selain itu, tulang dan tengkorak calon bayi juga semakin mengeras dan kemampuan dengarnya ikut meningkat, kemampuan otaknya sendiri juga sudah berkembang sejak trimester pertama.

Reisa juga mengingatkan agar ibu hamil mengonsultasikan keinginan vaksinasi kepada dokter kandungan atau bidan. Setelah itu, pastikan semua prasyarat dasar terpenuhi sebelum pergi ke pos vaksin, yakni tidak demam atau suhu tubuh di bawah 37,5 derajat Celcius, tensi darah di bawah 140/90 mmHg, usia kehamilan minimal 13 minggu atau masa trimester kedua.

Kepastian mengenai boleh tidaknya ibu hamil mengikuti vaksinasi COVID-19 masih menjadi pertanyaan yang kerap muncul di tengah masyarakat. Banyak informasi beredar terkait hal itu yang belum terverifikasi kebenarannya.

Reisa pun berpesan kepada masyarakat untuk berhati-hati dengan hoaks yang menyebarkan informasi keliru mengenai COVID-19. Dia meminta masyarakat untuk memeriksa kembali setiap informasi yang didapat melalui situs resmi.

Situs resmi pemerintah yang menyajikan informasi seputar situasi pandemi di Indonesia adalah covid19.go.id. Reisa mengatakan masyarakat dapat memeriksa kebenaran informasi yang mereka terima lewat situs itu.

“Itu tinggal diklik Hoax Buster, nanti masukkan keyword-nya dan dicek ini beritanya masuk hoaks atau bukan,” ujar dia.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber; Antaranews.com

Comments
Loading...