Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pejabat Dapat Honor Pemakaman Covid-19 Bikin ‘Kuping Panas’, Pakar: Jian Ora Pantes!

Ilustrasi proses pemakaman korban Covid-19.(MURIANEWS/istimewa)

MURIANEWS, Jakarta – Mencuatnya kabar pejabat mendapatkan honor dari anggaran pemakaman Covid-19 di Kabupaten Jember membuat masyarakat merasakan ‘kuping panas’. Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio pun mempertanyakan pemberian honor itu.

Agus menilai, penerimaan honor itu tidak bisa dibenarkan. Ia menyebut itu sebagai perilaku yang tidak punya otak.

Pemberian honor itu dinilai sangat tidak pantas. Sebab, baik bupati dan pejabat penerima honor lainnya itu sudah mendapatkan gaji dari negara. Selain itu, para pejabat juga telah mendapatkan tunjangan di luar gaji.

“Ini perilaku yang tidak ada otak saja, buat apa menerima honor sebesar itu? Kan dia (pejabat) paling di kantor aja kan, sekali-kali meninjau, apa alasannya dikasih honor tambahan?” ujar Agus dikutip dari Kompas.com, Sabtu (28/8/2021).

Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pemakaman Covid-19 di Jember

Diberitakan sebelumnya, Bupati, Sekretaris, Plt Kepala BPBD hingga Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember mendapatkan honor dari pemakaman Covid-19. Masing-masing pejabat mendapatkan honor dengan total sebesar Rp 70,5 juta. Jika dikomulatifkan dari empat pejabat itu, maka nilainya mencapati Rp 282 juta.

Menurutnya, yang seharusnya mendapat honor dengan nilai fantastis adalah petugas pemakaman yang bertugas langsung memakamkan jenazah pasien Covid-19. Alasannya, pekerjaan itu lebih berisiko daripada pejabat yang hanya bekerja dari belakang meja.

“Yang seharusnya dibayar itu yang kerja memakamkan jenazah Covid-19. Mereka itu berisiko, jadi harus dikasih gaji agak banyak daripada pejabat yang duduk-duduk di belakang meja, buat apa,” ujar Agus.

Belakangan, para pejabat yang menerima honor itu telah mengembalikan uang tersebut ke kas daerah. Pengembalian itu dilakukan setelah kabar tersebut menjadi polemik dan polisi juga melakukan pemanggilan pada beberapa pejabat.

Baca juga: Jadi Polemik, Pejabat Jember Kembalikan Honor Pemakaman Covid-19

Dana sejumlah Rp 282 juta itu dikembalikan ke kas daerah dan pemberian honor telah dihentikan. Direktur Jendral Bina Administrasi Kewilayahan Kementrian Dalam Negeri Syafrizal ZA mengatakan, total jumlah itu merupakan nominal keseluruhan dari honor yang diterima Bupati Jember, Sekda Jember dan dua pejabat BPBD di Jember.

“Sudah diberikan atensi oleh Kemendagri. Dan ini terus didalami. Beberapa tindakan yang telah diambil adalah pengembalian honor ke kas daerah dan pemberian honor dihentikan. Rp 282 juta sudah dikembalikan ke kas daerah dan Kemendagri sudah ditembuskan bukti pengembalian,” ujar Syafrizal.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...