Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jadi Dewan Lewat PAW, Anggota DPRD Magelang Ini Ternyata Peroleh 57 Suara di Pileg

Iriana resmi dilantik sebagai anggota DPRD Magelang tahun 2019-2024 melalu proses PAW. (Detik.com)

MURIANEWS, Magelang – DPRD Magelang hari ini (27/8/2021) akhirnya mengisi kekosongan kursi anggota dewan berinisial SN asal Partai Perindo yang mengundurkan diri setelah menjadi tersangka dugaan korupsi Rp 11,6 miliar.

Sebagai gantinya, Irina yang berada di posisi kedua di bawah SN saat Pileg 2019, berhak melenggang ke kursi wakil rakyat Kota Magelang melalui proses Pergantian Antar-Waktu (PAW). Pelantikan dan pengambilan sumpah sendiri sudah dilaksanakan Jumat (27/8/2021) pagi tadi.

Meski begitu ada faktor menarik dalam proses pelantikan ini. Di luar dugaan, Iriana ternyata hanya memperoleh 57 suara saat Pileg 2019 lalu.

Hal itu diketahui berdasarkan data form DB1-DPRD Kota Magelang Dapil II Magelang Tengah yang diunggah di website:https://kota-magelang.kpu.go.id. Dalam website tersebut, juga disebutkan juga memperoleh Partai Perindi yang mencapai 2.178 suara pada Pileg 2019. Sehingga berhak mendapatkan satu kursi di DPRD Kota Magelang.

Saat Pileg 2019 itu, SN memperoleh 1.828 suara. Sedangkan Irina meraih suara terbanyak kedua di bawah SN dengan 57 suara.

“Ya ini bagi saya suatu amanah. Semua jalan Tuhan, nggak tahu kan. Memang ceritanya harus seperti ini, tapi yang jelas saya akan mengemban amanah dengan sebaik-baiknya. Dengan bismillah ke depan lancar dan aman,” kata Irina seperti dikutip Detik.com, Jumat (27/8/2021).

“Ya secara ketentuan UU memang sesuai data KPU, memang nomor selanjutnya. Saya menjalani sesuai dengan proses UU saja dan akhirnya saya yang terpilih. Ya alhamdulillah,” lanjutnya.

Meski hanya memperoleh 57 suara saat Pileg 2019, Irina mengaku hal tersebut bukan menjadi beban. Karena pelantikannya sesuai dengan aturan.

“Secara pribadi nggak (beban) karena semua itu proses politik. Yang terpenting ke depan saya akan berusaha semaksimal lebih baik. Sesuai data KPU itu (57 suara),” ujar Irina.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Magelang, Budi Prayitno, enggan menanggapi soal perolehan suara Irina. Menurutnya, pelantikan Irina sudah sesuai dengan ketentuan.

“Wah sini nggak tahu (perolehan suara). Itu urusan KPU, suara internal, tapi urutan kedua itu,” kata Budi.

Budi hanya berpesan kepada Irina bahwa tugas berat menanti. Apalagi saat ini masih masa pandemi Covid-19.

“Yang berat ini masa pandemi. Wajib wajib hukumnya untuk rakyat, untuk masyarakat dan kita bagian dari pemerintahan daerah. Mitra kerja di sana (eksekutif) juga wajib hukumnya hadir di dalam masyarakat,” ujarnya.

Untuk diketahui, anggota DPRD Kota Magelang berinisial SN (42), ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi di PD BPR Bank Bapas 69 dengan modus kredit fiktif senilai Rp 11,6 miliar. SN sudah mengundurkan diri dari anggota DPRD Kota Magelang terhitung sejak 18 April 2021.

Pengunduran diri tersebut juga sudah disampaikan ke Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Dengan pengunduran diri tersebut, hak-hak yang melekat juga sudah hilang.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...