Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemkab Pati Rencanakan Simulasi PTM SD dan SMP di Setiap Kecamatan

Ilustrasi Bupati Pati Haryanto saat melakukan monitoring uji coba PTM, beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Pemerintah Kabupaten Pati bakal menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM). Rencananya, simulasi tidak hanya dilakukan pada tingkat pendidikan SMP saja, tapi juga SD.

Simulasi itu dilaksanakan mengingat kasus Covid-19 di Bumi Mina Tani mengalami penurunan cukup signifikan. Seperti diketahui, pada 23 Agustus lalu, Kabupaten Pati juga sudah masuk pada asesmen kategori PPKM Level 3.

Bupati Pati, Haryanto mengatakan rencananya simulasi PTM dilakukan di setiap kecamatan. Di mana, masing-masing satu SD dan SMP di setiap kecamatan melakukan simulasi.

“Pekan depan ini (rencananya). Ini baru dipersiapkan,” katanya, Jumat (27/8/2021).

Untuk melakukan simulasi itu, pihaknya akan menyesuaikan sesuai standar operasional dan pengawasan secara ketat.

“Guru-guru juga divaksin (Covid-19) dulu. Kalau siswa belum karena stok vaksin kita terbatas,” imbuhnya.

Lebih lanjut,  kasus Covid-19 di Pati memang mulai menunjukkan penurunan. Namun, ia meminta masyarakat tidak tenggelam dalam euforia. Sebab masih diperlukan upaya bersama agar pandemi Covid-19 benar-benar teratasi.

Dia juga meminta masyarakat untuk maklum, bersabar, dan tidak terburu-buru ingin menyelenggarakan PTM di semua sekolah. Terlebih, saat ini Pati masih berada di level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca juga: Sekolah di Daerah PPKM Level 2-3 Boleh Buka

Sebelumnya, Pemerintah pusat sudah mengizinkan PTM untuk daerah dengan kategori PPKM Level 2 dan Level 3. Itu tertuang dalam Inmendagri No 35 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 di wilayah Jawa dan Bali.

“Pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri dan bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen),” tulis di aturan yang diteken Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Senin (23/8/2021).

Baca juga: Gubernur Jateng Izinkan PTM Digelar Mulai 30 Agustus, Khusus untuk Daerah-Daerah Ini

Namun ketentuan itu dikecualikan pada SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB. Mereka diberikan ketentuan khusus dengan maksimal 62 persen hingga 100 persen dengan menjaga jarak 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas. Kemudian, PAUD juga diberikan ketentuan khusus dengan kapasitas maksimal 33 persen dan wajib menjaga jarak minimal 1,5 meter serta maksimal lima peserta didik dalam satu kelas.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...