Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Keluarga Bantah Surat Nikah Inggit-Sukarno Diserahkan ke Pemerintah

Surat nikah dan cerai Sukarno dan Inggit Garnasih yang dipegang Tito Zeni Asmara Hadi.. (CNN Indonesia/Huyogo)

MURIANEWS, Bandung – Surat nikah/cerai Inggit Garnasih dan Sukarno akhirnya diserahkan dan disimpan pemerintah. Dokumen itu diserahkan sebagai konpensasi didirikannya klinik geriatri yang biasa melayani lansia.

Melalui akun Instagram, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengabarkan informasi tersebut, Jumat (27/8/2021).

“Klinik Geriartri Inggit Garnasih, Akan segera dibangun, sebagai komitmen Pemprov Jawa Barat kepada keluarganya, sehingga sesuai kesepakatan, maka dokumen bersejarah berupa surat nikah/pisah Ibu Inggit dengan Bung Karno tidak jadi dijual dan akan diserahkan kepada Negara. Dan akan disimpan abadi di Kantor Arsip Nasional,” demikian keterangan gambar pada unggahan instagram milik Ridwan, Jumat (27/8/2021).

Pejabat yang karib disapa Kang Emil mengatakan pembangunan klinik itu sebagai salah satu wasiat dari mendiang Inggit. Rencananya, klinik itu akan dibangun pada awal 2022 dan dikelola Baznas Jawa Barat.

“Insya Allah awal 2022, bangunan Klinik Inggit Garnasih di Jalan Flores, Bandung di atas lahan bersejarah ini akan bisa dimanfaatkan untuk kesehatan para lansia se Jawa Barat. Dibangun dan dikelola oleh @baznasjabar,” tulisnya.

Namun, unggahan itu dibantah pihak keluarga. Cucu Inggit, Tito Zeni Asmara mengaku belum mengetahui kabar tersebut saat dikonfirmasi terkait unggahan Kang Emil itu. Dia menyebut, dokumen yang dimaksud Gubernur Jawa Barat itu masih tersimpan di Yayasan Ibu Inggit Garnasih.

“Saya belum tahu kabarnya. Itu barang-barang (surat nikah/cerai) masih ada di yayasan,” kata Tito, dikutip dari CNNIndonesia, Jumat (27/8/2021) sore.

Hampir setahun lalu, Tito pernah berharap ada iktikad baik pemerintah untuk menyelamatkan dokumen tersebut, dan memberikan kompensasi yang sesuai untuk menunaikan wasiat Inggit yaitu mendirikan fasilitas umum seperti rumah sakit bersalin.

“Saya mengharapkan perhatiannya dari negara karena ini menyangkut sejarah. Secara hati nurani seharusnya pemerintah yang bergerak,” ucap Tito, September 2020 lalu.

Sekretaris Yayasan Ibu Inggit Garnasih, Galuh juga mengaku belum mengetahui rencana pembangunan klinik itu. Dia mengungkapkan, kesepakatan yang dijanjikan adalah pembangunan rumah bersalin seperti permintaan Ibu Inggit.

“Dari dulu keinginan beliau adalah bikin rumah sakit bersalin. Kita tidak tahu juga kenapa jadi klinik untuk lansia,” ujar Galuh.

Sebelumnya, dokumen keluarga Inggit-Sukarno ramai diperbincangkan di medsos. Arsip itu disebut akan diperjualbelikan.

Desas-desus akan dijualnya dua dokumen pernikahan milik tokoh proklamator itu mencuat usai sebuah toko online mengunggahnya melalui akun instagram @popstoreindo pada 24 September 2020 lalu.

Namun postingan berikut sejumlah foto surat nikah dan akta cerai yang diunggah telah dihapus. Dalam pernyataannya pada 27 September 2020, akun jual beli barang-barang klasik tersebut menyampaikan bahwa unggahan surat tersebut sudah dihapus lantaran beritanya jadi menyebar kemana-mana.

“Saya menjaga supaya keluarga Bu Inggit, terutama Pa Tito ga terusik ketenangannya karena setelah postingan itu jadi sangat banyak media (lokal & nasional) yang menghubungi Pa Tito. Harapannya, semoga ketemu pembeli yg serius, dan perjuangan Yayasan Ibu Inggit Garnasih untuk membangun Rumah Sakit Bersalin dapat terwujud. Terima kasih buat perhatian dari para warganet semuanya,” tutur akun jual beli yang dikelola @juliuzickboy tersebut.

Untuk diketahui, Inggit Garnasih merupakan salah satu perempuan yang dinikahi Sukarno. Keduanya menikah pada 1923 dan bercerai pada 1943.

Inggit dianggap sebagai salah satu wanita yang memiliki peran besar dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Istri kedua dari proklamator RI itu meninggal di Bandung, 13 April 1984.

Saat masih berstatus suami-istri, Inggit mengangkat Ratna Djuami sebagai anak. Ratna Djuami diadopsi sejak bayi oleh Bung Karno dan Ibu Inggit dari kakaknya Ibu Inggit.

Adapun setelah bercerai dengan Sukarno, Inggit menikah dengan Asmara Hadi. Asmara Hadi dikenal sebagai seorang pujangga, penulis dan jurnalis yang juga orang kepercayaan Bung Karno.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...