Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tak Kunjung Bayar Utang, Anak Punk Asal Banyumas Tewas Dikeroyok Teman Satu Geng

Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi menunjukkan barang bukti pembunuhan anak punk di Cilacap. (Humas Polres Cilacap)

MURIANEWS, Cilacap – Nasib tragis menimpa anak punk berinisial RF warga Pekuncen, Banyumas. Remaja 16 tahun itu meninggal dunia dikeroyok teman satu geng yang berjumlah empat orang karena tak kunjung bayar utang.

Keempat pelaku tersebut berinisial MA, RH, RA, dan RAS. Keempatnya merupakan warga Kecamatan Ajibarang.

Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi mengatakan, korban ditemukan tergeletak di depan warung makan seorang warga Desa Karangasem, Kecamatan Sampang, Cilacap.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (22/8/2021) dan mayat korban ditemukan oleh warga bernama Muhtar Jamaludin sekitar pukul 05.30 WIB.

Baca: Emosi Ayahnya Dikatai Pemabuk, Pemuda Cilacap Ini Bunuh ABG 14 Tahun

”Awalnya Muhtar yang hendak mengantar ibunya ke Kroya ini melihat sosok remaja tergeletak di depan warung miliknya dan mencoba membangunkan. Tapi korban ternyata sudah tidak bernyawa. Kemudian dilaporkan ke Polsek Sampang,” katanya dalam siaran pers, Jumat (27/8/2021)

Penganiayaan itu sendiri dilaukakn di Ajibarang, Banyumas dan mayatnya dibuang di daerah Sampang menggunakan sepeda motor. Sebelum membuang korban para pelaku sempat mengganti sepatu korban dengan sandal.

”Penganiayaan ini diketahui karena ada dendam terhadap korban bahwa korban selalu meminjam uang atau barang kepada temannya itu tidak pernah dikembalikan. Tapi giliran ditagih selalu ngilang,” ungkapnya

Baca: Kilang Minyak Pertamina Cilacap Terbakar, Mobil Damkar Berkapasitas 5 Ribu Liter Dikerahkan

”Utangnya sebenarnya ada yang Rp 15 ribu dan ada yang Rp 39 ribu serta pinjam barang. Karena kesal, sehingga ketika gank anak punk ini bertemu dengan korban di Derah Ajibarang, langsung dianiaya hingga hilang nyawa,” tambah Kapolres Cilacap.

Ia menambahkan, baik korban dan tersangka sama-sama masih di bawah umur. ”Karena itu ada penanganan khusus dan kami juga berkordinasi dengan pihak Bapas,” tambah Kapolres.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat pasal 170 ayat (2) ke 3e Jo Pasal 351 ayat (1) ke 3 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...