Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Emosi Ayahnya Dikatai Pemabuk, Pemuda Cilacap Ini Bunuh ABG 14 Tahun

Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi saat menggelar jumpa pers di Mapolres Cilacap. (Humas Polres Cilacap)

MURIANEWS, Cilacap – Seorang pemuda berusia 24 tahun berinisial BY tega membunuh tetangganya sendiri bernama Mohammad Ridwan yang masih berusia 14 tahun.

Pembunuhan keji itu dilakukan lantaran pelaku emosi ayahnya sering dikatai pemabuk dan tak punya pekerjaan.

Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi mengatakan, baik korban dan pelaku merupakan warga Kelurahan Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara. Keduanya juga diketahui saling bertetangga dan sering ngobrol bareng.

Baca: Bertamu ke Rumah Istri Orang Malam-Malam, Oknum Perwira Polisi di Klaten Ngumpet di WC saat Digerebek Warga

”Jadi korban dan pelaku ini saling kenal. Mereka juga bertetangga,” katanya dalam siaran pers di laman Humas Polri, Jumat (27/8/2021).

Kapolres menjelaskan, pembunuhan tersebut terjadi Selasa (17/8/2021) sekira pukul 19.00 WIB. Kala itu korban berpamitan ke ibunya pergi main.

Hanya, sewaktu ayah korban pulang berjualan sate sekira pukul 21.30 WIB ternyata korban belum pulang. Karena khawatir, sang ayah pun melakukan pencarian namun tak membuahkan hasil.

”Esok harinya datang petugas Kereta Api ke rumah korban. Mereka menyampaikan ke pihak keluarga untuk ke Pos Kampling dekat rel kereta api karena petugas menemukan anak ciri-cirinya sama,” katanya.

Baca: Kades di Cilacap Wadul Ganjar Kesulitan Ajak Warga Patuh Prokes

Begitu sampai, lanjutnya, ayah korban dibuat shok melihat buah hati sudah menjadi mayat. Korban pun akhirnya dibawa ke RSUD Cilacap dan dirujuk ke RSUD Margono untuk dilakukan pemeriksaan.

”Setelah pemeriksaan selesai, petugas memastikan korban merupakan korban pembunuhan. Kami pun bergerak cepat dengan memeriksa sejumlah saksi hingga akhirnya pembunuhnya ditemukan,” terang kapolres.

Kepada petugas, lanjutnya, tersangka mengaku membunuh dengan membenturkan dahi kepala korban ke footstep belakang sepeda motor milik tersangka. Kemudian tersangka mengambil batu dan memukulkan kebagian kepala belakang korban.

Setelah itu korban digendong belakang dengan cara tangan korban rangkulkan dengan kepala korban bersandar di bahu kiri korban. Dan korban dijatuhkan hingga punggung kanan korban membentur rel dengan posisi kepala korban disebelah barat dan kaki korban disebelah timur.

”Tersangka mengaku pembunuhan itu dilakukan karena kesal ayahnya sering dikatai pemabuk dan tak bekerja,” ungkap kapolres.

”Saat pemakaman korban, pelaku juga ikut memasang tenda dan mengikuti prosesi pemakaman karena masih tetangga dan rumahnya berdekatan,” tambah kapolres

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan pasal 340 KUHP yaitu tentang pembunuhan berencana (moord) dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...