Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Rivalitas MU dan Man City, Schmeichel Pernah Merasakannya

Peter Schmeichel saat awal-awal membela Manchester United.(facebook.com/profile.php)

MURIANEWS, Manchester– Klub Manchester United dan Manchester City sejatinya adalah klub yang berada di satu kota yang sama. Namun soal rivalitas kedua klub ini, jangan ditanya bagaimana admosfernya.

Kedua klub ini selalu saling bersaing dengan sengit. Tidak hanya di dalam lapangan, namun juga di semua aspek kehidupan di kota Manchester. Rivalitas ini menjadi semakin menanjak tajam, usai Manchester City dibeli Syech Mansour, yang menyihir Manchester City menjadi klub raksasa di Eropa.

Namun jauh sebelum City seperti sekarang ini, rivalitas mereka mulai dari elite klub hingga para pendukungnya sudah terjadi. Tidak mengherankan jika akhirnya ada kejadian-kejadian yang berkaitan dengan masalah rivalitas ini mengemuka melibatkan pemain disana.

Tingginya rivalitas ini, membuat perpindahan pemain dari MU ke Manchester City disebut sebagai sesuatu yang ‘haram’ bagi kedua tim. Khususnya bagi kubu MU, yang sudah menerima kenyataan beberapa pemainnya ‘menyeberang’ ke kubu seterunya.

Dalam sejarah MU sudah ada 5 pemain hebat yang akhirnya menjadi pemain MU. Diantaranya adalah Carlos Taves, Andy Cole, Owen Hargreaves, Peter Schmeichel dan Danis Law.

Kisah pemain yang ‘menyeberang’ ini kembali diungkit-ungkit setelah rumor kuat tentang Ronaldo disebutkan akan pindah ke Manchester City. Jika itu terjadi, maka Ronaldo adalah mantan pemain MU berikutnya yang akan mendapat label ‘penghianat’ oleh para MU-er.’

Dari seluruh kisah pemain MU yang menyeberang ke City, ada sebuah fakta yang menunjukan bahwa rivalitas kuat itu begitu nyata terjadi. Fakta ini terjadi pada diri Peter Schmeichel yang merupakan salah satu kiper legendaris MU pada 1990-an.

Schmeichel adalah kiper legendaris MU selama delapan musim sejak 1991-1999. Pemain ini diketahui ikut andil saat memberi 15 gelar bgai MU, termasuk treble winner pada 1998-1999. Selama 367 pertandingan, sebanyak 165 pertandingan dijalani Peter Schmeichel tanpa kebobolan.

Akhir 1999, Schmeichel akhirnya pindah ke Sporting Lisbon selama dua musim, sebelum kembali ke Inggris untuk membela Aston Villa. Kepindahannya ke Aston Villa belum menimbulkan masalah.

Namun berikutnya, saat dirinya menerima tawaran Manchester City, ‘masalah’ itu akhirnya muncul karena dirinya adalah mantan pemain MU. Pendukung MU begitu benci pada dirinya, termasuk Garry Neville yang saat itu adalah Kapten MU.

Pada derby Manchester 2002 yang terjadi pada 9 November 2002, Garry Neville yang memang seorang MU sejati, terlihat sangat tidak suka pada Schmeichel. Bahkan untuk berjabat tangan saja, Neville menolak dengan sangat jelas.

Kejadian itu berlangsung di lorong stadion Stadion Maine Road yang menjadi kandang Man City hingga 2003. Schmeichel yang menjabat Kapten Man City mencoba memberikan salam pada pemain-pemain MU sesaat sebelum keluar ke lapangan.

Sambil memberi senyum, Scmeichel mencoba menyapa beberapa rekannya di MU. Ryan Gigs dalam kesempatan itu masih sempat menepuk bahunya. Lalu kiper MU saat itu, Fabien Bartez juga masih mau menyalaminya.

Namun giliran Garry Neville, Schmeichel mendapatkan perlakuan tak terduga. Neville menyingkir, dan bahkan tidak mau lagi sekedar tersenyum. Ekspresi marah terlihat di wajah Neville.

Hal ini tak lain adalah karena rivalitas MU dan Man City yang begitu tingginya. Apalagi Neville adalah asli produk MU, dan sepanjang karirnya ia hanya bermain untuk MU. Kini, ditengah rumor kepindahan Ronaldo ke City, hal yang sama terjadi.

Beberapa orang dikubu MU, mulai menyoroti masalah ‘loyalita’ mantan pemain MU. Wayne Rooney dan Ole Gunnar Solskjaer sudah memulainya. Namun masih akan kita lihat sama-sama sejauh apa Ronaldo akan menjalani karirnya.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Dari Berbagai Sumber

Comments
Loading...