Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pemakaman Covid-19 di Jember

Ilustrasi (Pixabay)

MURIANEWS, Jember – Kasus korupsi dengan memanfaatkan masa pandemi Covid-19 kembali terjadi. Usai korupsi pengadaan masker dan bantuan sosial, kini muncul korupsi anggaran pemakaman korban Covid-19.

Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Jember, Jawa Timur kini sedang menangani korupsi anggaran pemakanan Covid-19 itu. Sejumlah pejabat sudah dipanggil untuk dimintai keterangannya, termasuk Bupati Jember.

Kini, Bendahara BPBD Jember, Siti Fatimah memenuhi panggilan polisi. Sekitar dua, Siti dimintai keterangannya di ruang Penyidikan Unit II/Tipidkor Mapolres Jember. Dia diperiksa sekitar pukul 11.30, Jumat (27/8/2021).

Perempuan yang karib disapa Sifa itu mendapatkan sejumlah pertanyaan, terutama terkait administrasi.

“Saya ditanyai terkait administrasi. Saya tunjukkan sesuai permintaan (penyidik). Berapa pertanyaan tidak tahu. Sesuai yang ditanyakan saya jawab. Secara teknis saya hanya ke Mapolres Jember untuk memenuhi panggilan,” katanya dikutip dari Detikcom, Jumat (27/8/2021).

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Aryawiguna, saat hendak dikonfirmasi soal penyelidikan dugaan korupsi anggaran pemakaman COVID-19 sedang tidak berada di tempat. Menurut petugas piket Satreskrim Polres Jember Muhammad Huzainkhofi, Komang sedang ada kegiatan di luar. “Ada di mana dan sampai kapan tidak tahu,” ujarnya.

Sementara, Bupati Jember Hendy Siswanto mengaku menerima honor dari anggaran pemakaman Covid-19. Honor yang diterimanya juga sama dengan Sekda dan dua pejabat BPBD Jember, yakni Rp 100 ribu per pemakaman.

Hendy pun mengaku honor yang diterimanya itu sesuai dengan regulasi dan sudah ditentukan.

“Memang benar saya menerima honor sebagai pengarah, karena regulasinya ada itu, ada tim di bawahnya juga. Kaitannya tentang monitoring dan evaluasi (Monev). Terus terang saja, adanya honor itu sesuai dengan regulasi. Saya juga taat dengan regulasi yang saya ikuti,” kata Hendy, Kamis (26/8/2021).

Dia pun mengungkapkan nilai totalnya mencapai Rp 70,5 juta karena total dari banyaknya korban yang meninggal akibat Covid-19, yakni 705 orang. Dikutip dari Detikcom, Hendy menyebut regulasi itu sudah lumrah dan ada disetiap pemerintahan di Indonesia, termasuk kaitan tentang pemakaman COVID-19.

“Yang terus terang saja setiap kegiatan itu ada tim monitoring yang di dalamnya ASN semua, dan menerima honor yang sama,” terangnya.

Kegiatan monitoring itu, lanjutnya, dilakukan selama 24 jam. Karena orang yang meninggal akibat COVID-19 selalu terjadi selama sehari penuh.

“Dari pagi sampai malam banget. Bahkan pada bulan Juni-Juli kemarin itu, tinggi-tingginya korban yang meninggal karena COVID-19. Sehingga totalnya cukup besar honor yang diterima,” katanya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Comments
Loading...