Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Disebut Masuk Koalisi, Viva Yoga: Sejak Dipimpin Bang Zul PAN Selalu Dukung Pemerintah

Hasan dan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno saat menghadiri acara HUT ke-23 PAN di Kantor DPP PAN, Jakarta, Senin (23/8/2021).
(Dok. PAN)

MURIANEWS, Jakarta – Partai Amanat Nasional turut diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menggelar pertemuan dengan partai politik koalisi di Istana Negara. Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan dan Sekjen PAN Eddy Soeparno hadir langsung dikesempatan itu.

Dalam keterangan pers, PAN disebut Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate sebagai sahabat baru di koalisi parpol pendukung pemerintah. Itu disampaikannya usai pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan pimpinan parpol koalisi di Istana Negara, Rabu (25/8/2021).

“Dan yang ketujuh, sahabat baru koalisi, Ketua Umum PAN Bapak Zulkifli Hasan didampingi oleh Sekjen PAN Bapak Eddy Soeparno,” kata Johnny dikutip dari Kompas.com, Kamis (26/8/2021)

Diketahui, sebelum PAN bergabung, Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin didukung oleh enam parpol di parlemen yakni PDI Perjuangan, Nasdem, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Gerindra. Pemerintah juga didukung tiga parpol di luar parlemen, yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Perindo.

Menyikapi itu, Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga mengatakan, sejak dipimpin Zulkifli Hasan, PAN telah menyatakan dukungan pada pemerintah. “PAN sejak kepemimpinan Ketum Bang Zul telah menegaskan sebagai partai politik pendukung pemerintah, ikut sebagai partai koalisi,” kata Yoga.

Yoga menuturkan, PAN mendukung langkah pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19, terutama soal kebijakan PPKM, protokol kesehatan, serta mempercepat program vaksinasi.

“Juga untuk mempercepat program pemulihan ekonomi nasional melalui bantuan UMKM dan kebijakan ekonomi yang dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Yoga.

Yoga menambahkan, pertemuan antara Jokowi dan partai pendukung pemerintah tidak membahas kemungkinan perombakan kabinet setelah bergabungnya PAN dalam koalisi.

“Pertemuan tadi tidak berbicara soal kabinet. Karena itu kewenangan dan hak prerogatif presiden,” ujar Yoga.

Diketahui, pada periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi, PAN memang sempat menempatkan kadernya dalam Kabinet Kerja. Namun, PAN keluar dari kabinet setelah mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden 2019 yang berhadapan dengan Jokowi-Ma’ruf Amin.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...