Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kabar Gembira, Bupati Pati Sudah Ancang-Ancang Buka Sekolah Tatap Muka

Bupati Pati Haryanto saat melakukan monitoring uji coba PTM, beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Pati sudah mengalami penurunan signifikan. Kabupaten Pati juga tercatat masuk dalam daerah yang menerapkan PPKM level 3.

Dari data di laman covid-19.patikab.goid, hingga Kamis (26/8/2021) hari ini, hanya tinggal 17 pasien dirawat di rumah sakit, dan 88 pasien menjalani isolasi mandiri.

Dengan adanya penurunan kasus ini, Bupati Pati Haryanto pun berencana akan membuka kembali simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Kendati demikian, pihaknya meminta agar masyarakat tetap bersabar dan menunggu situasi lebih aman.

“Meskipun kasus covid merendah, kaitannya dengan pembelajaran tatap muka baru mau saya siapkan untuk simulasi,” katanya, Kamis (26/8/2021).

Sedangkan untuk vaksinasi anak usia 12-17 tahun, pihaknya mengaku belum mendapatkan instruksi dari provinsi maupun pemerintah pusat. Sehingga selama ini prioritas vaksinasi masih pada lansia dan ibu hamil. Bahkan hari ini, pihaknya juga mencanangkan vaksinasi untuk ibu hamil.

“Dari evaluasi yang kami lakukan, meskipun tidak rendah sekali namun vaksinasi lansia ini baru 28 persen. Makanya kita masih dorong untuk vaksinasi lansia,” ujarnya.

Baca: Baru Berlangsung Sehari PTM di Grobogan Langsung Dihentikan, Kenapa?

Haryanto juga berjanji, apabila nanti sudah ada instruksi dari pemerintah provinsi maupun pusat terkait vaksinasi anak ini, secepatnya pihaknya akan menindaklanjuti. Sebab, hal ini juga berkaitan dengan pembelajaran anak.

Terpisah, Anggota Komisi E DPRD Jateng Muh Zen Adv juga mendesak kepada pemerintah agar lebih memprioritaskan vaksinasi untuk pelajar.

Baca: Sudah Level 2, Kudus Siap Buka Sekolah Tatap Muka di Semua Jenjang

Sebab, tidak semua siswa bisa mengikuti pembelajaran daring yang selama ini dilakukan. Mereka bahkan lebih memilih pembelajaran tatap muka.

“Kami minta, baik pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten, jangan sampai menunda-nunda vaksinasi untuk pelajar ini, mereka harus diprioritaskan,” tandasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...