Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Perintahkan ASN Borong Cabai Petani, Ganjar: Makelar Ambil Untung Terlalu Banyak

Pedagang Pasar Bitingan Kudus menunjukkan cabai yang dijualnya. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Semarang – Anjloknya harga cabai di tingkat petani membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Kembali memerintahkan ASN untuk ambil bagian. Para pegawai pemerintah diminta untuk memborong cabai langsung dari petani.

Tak hanya itu, Ganjar juga meminta instansi lain termasuk Bank Indonesia (BI) untuk ikut turun tangan. Agar masalah anjloknya harga komoditas pertanian tak terus-terusan terjadi.

Ganjar mengatakan, diperlukan tindakan cepat untuk membantu para petani agar tidak terus merugi. Salah satunya mengerahkan ASN untuk memborong.

“Hari ini kita semua harus membantu petani, karena harga cabai sedang anjlok. Saya minta kawan-kawan ASN beli cabai dari petani ramai-ramai, untuk membantu mereka,” katanya, kamis (26/8/2021).

Hal itu disampaikan Ganjar saat menjadi pembicara zoom literasi keuangan Ibu Berbagi Bijak untuk UMKM yang diselenggarakan PT Visa Worldwide Indonesia, Kamis (26/8/2021).

Baca: Harga Cabai Merah di Pati Terjun Bebas, Petani Sampai Ogah Panen

Aksi mengerahkan ASN membeli produk pertanian saat harga anjlok lanjut Ganjar sudah sering dilakukan di Jawa Tengah. ASN di Jateng lanjut dia sudah terbiasa dengan hal itu.

Meski begitu, Ganjar mengatakan harus ada tindakan jangka panjang agar kejadian serupa tak berlarut. Apalagi menurut dia, ada permainan makelar di balik semua permasalahan komoditas pertanian.

“Di sini saya lihat ada dari BI, saya harap BI juga bisa membantu mengatasi persoalan ini. Sebab bicara soal komoditas pertanian, banyak makelarnya yang mengambil untung terlalu banyak, ini yang harus diatasi,” ucapnya.

Baca: PKS Borong Satu Ton Cabai dari Petani di Kudus dengan Harga Normal, Dibagikan ke Warga

Selain petani, Ganjar juga mengatakan telah menyiapkan berbagai program untuk membantu berbagai pihak yang terdampak pandemi. Di antaranya pelaku UMKM, industri kecil maupun besar hingga penanganan untuk anak yatim.

“Untuk UMKM saya sudah minta mendata, sudah masuk sekitar 750 UMKM yang berhasil kita data. Kami berikan program mulai pelatihan, akses permodalan hingga akses ke platform e-commerce. Saat ini memang kita getol latih UMKM kita bertransformasi ke arah digital,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, Riko Abdurrahman mengatakan, program Ibu Berbagi Bijak dibuat untuk membantu UMKM di Jateng dan DIY. Saat ini, sudah ada 320 UMKM yang terlibat dalam program ini.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...