Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Wisatawan Luar Daerah Wajib Vaksin Jika Ingin Piknik di Kudus

Pengunjung wisata Sunan Kudus berjalan menggunakan masker. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus segera mewajibkan wisatawan luar daerah harus sudah vaksin jika ingin berkunjung ke objek wisata di Kota Kretek. Sarana prasarana penunjang pun akan segera dillengkapi.

Bupati Kudus HM Hartopo menyebutkan, nantinya masing-masing objek wisata akan dilengkapi dengan barcode aplikasi PeduliLindungi untuk mengecek status vaksinasi wisatawan. Apabila telah melaksanakan vaksinasi, maka diperbolehkan untuk masuk atau berwisata.

“Nantinya seperti itu, wisatawan luar kota harus menunjukkan status vaksinasinya,” kata Hartopo, Kamis (26/8/2021).

Pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus pun akan segera diajak berkoordinasi untuk merumuskan teknis dari pelaksanaan kebijakan tersebut. Untuk kemudian bisa diteruskan ke masing-masing pengelola wisata.

“Ketika sudah, akan langsung kami buat surat edarannya, sehingga bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.

Hartopo menyebutkan, pelaksanaan kebijakan tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Kota Kretek akibat mulai ramainya Kudus. Kabupaten Kudus sendiri, kini berada di level 2 PPKM, setelah sebelumnya berada di level 4 dan 3 PPKM.

“Walau demikian kami mengimbau masyarakat Kudus untuk tidak lengah dengan penurunan status ini, harus terus berprokes,” kata Hartopo.

Sederet protokol kesehatan, lanjut Hartopo, yakni terus memakai masker ketika berada di luar rumah, mencuci tangan, menghindari kerumunan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas.

Pemkab, lanjut dia, juga tetap akan memantau dan mengawasi kerumunan di Kota Kretek. Hanya, pihaknya akan lebih mewaspadai orang luar Kudus yang baik disengaja atau kebetulan berkunjung di Kota Kretek.

“Justru orang luar daerah ini yang perlu diwaspadai karena kita tidak tahu statusnya apakah itu OTG atau tidak, kalau masyarakat Kudus sendiri kami pikir sudah tidak masalah,” kata Hartopo.

Oleh karena itu, pihak Pemkab akan mengoptimalkan pengawasan pada orang luar daerah dengan PPKM skala mikro. Ketua RT dan RW pun diharapkan punya peran lebih untuk ini.

“Sehingga ketika nanti ada orang luar daerah yang berkunjung, langsung didata, dilaporkan ke Satgas sehingga bisa terlacak dengan baik,” tegas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...