Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Trennya Positif, Empat Pos Penerimaan Pajak di Kudus Bakal Digeber

Salah satu reklame yang ada di area perkotaan Kota Kretek yang dikenai pajak. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berencana menaikkan target penerimaan di sejumlah pos penerimaan pajak. Hal ini menyusul meningkatnya penerimaan walau tengah dalam masa pandemi Covid-19 di Kudus.

Kepala Bidang Perencanaan dan Operasional Pendapatan Daerah Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus Famny Dwi Arfana mengatakan, ada empat pos penerimaan yang direncanakan akan naik targetnya.

Yakni pos penerimaan pajak bea perolehan hak tanah bangunan (BPHTB), pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBBP2), air tanah, dan reklame.

“Dari sebelas pos ada empat pos yang trennya cukup bagus, karena itu kami optimistis hingga akhir tahun bisa melampaui target. Untuk itu, pada Perubahan APBD 2021 nanti akan diusulkan untuk dinaikkan,” kata Famny, Kamis (26/8/2021).

Untuk target BPHTB yang awalnya ditarget sebesar Rp 29 miliar akan diusulkan naik menjadi Rp 35 miliar. Sementara untuk air tanah dari target semula Rp 2,7 miliar akan diusulkan menjadi Rp 3 miliar.

Sedangkan dua pos lainnya kini masih dihitung persentase kenaikannya yang memungkinkan akhir Desember 2021 bisa tercapai.

Terkait capaiannya sendiri, Famny menyebutkan capaian BPHTB ternyata cukup tinggi. Yakni sudah mencapai 95 persen. Sedangkan PBBP2 dari target Rp 25,5 miliar saat ini sudah terealisasi 87,52 persen, pajak air tanah dari target Rp 2,7 miliar terealisasi 82,42 persen.

“Sementara pajak reklame dari target Rp 3,2 miliar terealisasi 74,66 persen,” rincinya.

Walau demikian, pemkab juga akan turut melakukan penurunan jumlah target di beberapa pos pajak lainnya, karena terdampak pandemi Covid-19. Di antaranya ada pajak hotel, pajak restoran, parkir serta hiburan.

Ketiga pos penerimaan pajak daerah tersebut, kata dia, hingga kini memang masih terdampak pandemi.

“Saat ini masih banyak pelaku usaha yang pemasukannya tidak sesuai perencanaan. Realisasi penerimaannya juga masih rendah,” jelasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...