Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pilpres 2024 Berpotensi Diikuti Tiga Pasangan Capres

Ilustrasi Pemilu. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Jakarta – Pentas Pilpres 2024 diperkirakan memunculkan tiga pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden. Potensi itu diungkapkan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin.

Menurutnya, kemungkinan itu terjadi bila dilihat dari peta politik serta aturan mengusung paslon yang berlaku saat ini. Dia memperkirakan, setiap paslon yang nantinya berlaga di Pilpres 2024 memiliki sekitar 30 hingga 40 persen suara parpol.

“Kalau dari aturan yang ada 20 persen suara DPR dan 25 persen suara nasional kemungkinan di tiga paslon. Satu paslon tidak mungkin hanya mendapatkan 20 persen saja, biasanya di 40 persen,” ucap Ujang dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (26/8/2021).

Ujang berpendapan, kehadiran tiga paslon di Pilpres 2024 menjadi terbuka lantaran tidak ada calon yang berstatus petahana. Kemungkiinan hanya menghadirkan dua paslon juga dinilainya sangat kecil. “Apalagi tidak ada incumbent,’ tuturnya.

Meski begitu, hingga kini peta koalisi masih sangat dinamis. Ujang mengaku belum bisa melihat parpol mana yang akan menjalin koalisi untuk mengusung paslon di Pilpres 2024 mendatang. “Semua masih cair saat ini,” tuturnya.

Sementara itu, Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani berharap Pilpres 2024 menghadirkan tiga hingga empat paslon. Menurutnya, itu penting untuk mengeliminasi potensi terjadinya politik identitas serta memberikan pilihan yang lebih banyak bagi rakyat.

“Ke depan kami berharap (ada) tiga atau empat paslon Pilpres 2024. Itu untuk mengeliminir politik identitas sekaligus memberi kesempatan lebih banyak pilihan bagi rakyat. Selain itu memberi kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk tampil dipentas kepemimpinan nasional,” ujar Kamhar.

Kamhar mengemukakan, kehadiran dua paslon pada 2014 dan 2019 memberikan pengalaman dan pelajaran. Sebab, saat itu politik identitas tumbuh secara subur dan kemudian mendistorsi demokrasi serta menciptakan pembelahan di tengah masyarakat.

“Ini menjadi ancaman dalam menjaga integrasi bangsa, harus kita hentikan, jangan sampai kebablasan, terlalu mahal harga yang mesti ditanggung sebagai bangsa,” ujarnya.

Terkait jumlah paslon di Pilpres 2024, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, 28 Mei lalu mengungkapkan bahwa pihaknya berharap hanya menghadirkan dua paslon. Menurutnya, jumlah tersebut akan membuat Pilpres 2024 tidak berlangsung sebanyak dua putaran.

“Maka kami akan bangun koalisi sehingga paling tidak pemilu ke depan hanya diikuti dua paslon, tidak akan ada dua pilpres, dua ronde,” kata Hasto.

Untuk diketahui, berdasarkan Pasal 222 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dinyatakan bahwa paslon untuk pilpres yang diusulkan parpol atau gabungan parpol yang memenuhi syarat perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memiliki 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu sebelumnya, dalam hal ini Pemilu 2019 untuk pencalonan di Pemilu 2024.

Sementara itu, hasil Pemilu 2019 ialah sebagai berikut PDIP 19,33 persen; Gerindra 12,57 persen; Golkar 12,31 persen; PKB 9,69 persen; Nasdem 9,05 persen; PKS 8,21 persen; Demokrat 7,77 persen; PAN 6,84 persen; serta PPP 4,52 persen.

Kemudian, Perindo 2,67 persen; Berkarya 2,09 persen; PSI 1,89 persen; Hanura 1,54 persen; PBB 0,79 persen; Garuda 0,50 persen; serta PKPI 0,22 persen.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...